Berita Viral
Oknum Guru SMP di Bengkulu Tabrak dan Aniaya Kepala Sekolah Gara-gara Tidak Terima Dimutasi
Salah satu oknum guru di Bengkulu ini melakukan tindak kekerasan terhadap kepala sekolah. Mulai dari menabraknya hingga menganiaya dilakukan oknum gu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/zdgfsgh.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Salah satu oknum guru di Bengkulu ini melakukan tindak kekerasan terhadap kepala sekolah.
Mulai dari menabraknya hingga menganiaya dilakukan oknum guru tersebut kepada kepala sekolah.
Setelah ditelusuri, ternyata oknum guru ini melakukan hal tersebut karena tidak terima dimutasi.
Dilansir dari Tribunnews.com, M Yani, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 3 Bermani Ilir, Kepahiang, Bengkulu menjadi korban penganiayaan oknum guru berinisial RL.
Baca juga: Aktor Fachri Albar Kembali Diringkuk Kepolisian, Simak Fakta-faktanya
Penganiayaan itu terjadi saat Yani berkendara menggunakan sepeda motor ke sekolah pada Senin (24/4/2025).
Di Desa Taba Saling, Tebat Karai, korban tiba-tiba mendengar suara motor yang dipacu.
Secara mendadak ia ditabrak oleh sepeda motor tanpa pengemudi atau tanpa pengendara dari arah sebelah kiri.
Korban kehilangan kendali, dan akhirnya terjatuh ke arah kanan di rerumputan, dengan posisi kaki kiri terhimpit oleh sepeda motor.
RL kemudian datang dan memukul korban.
Baca juga: Zaenal Mustofa Mundur dari Tim Pengacara Tolak Ijazah Palsu Jokowi, Terkuak Begini Alasannya
"Saya tidak hitung berapa kali dipukul. Tapi lebih dari dua kali, mungkin empat atau enam kali," kata M Yani kepada TribunBengkulu.com, Kamis (24/4/2025) siang.
Korban saat itu tidak berusaha melawan dan hanya melindungi bagian kepala.
Setelah melakukan pemukulan tersebut, pelaku RL berhenti dan tampak ingin melarikan diri dari lokasi.
Korban kemudian berusaha bangkit.
Namun, melihat korban mulai berdiri, pelaku kembali menghampiri dan mengeluarkan semacam cairan pembersih.
Cairan tersebut kemudian disemprotkan ke bagian wajah korban.
Baca juga: Harga Bahan Pokok di Pasar Jumat Gorontalo Utara Turun, Cabai Dibanderol Rp80 Ribu per Kg
"Saya berusaha melindungi mata. Pelaku ini kemudian kembali memukuli saya, beberapa kali," ujar korban.
Melihat warga dan pengendara yang semakin ramai, pelaku akhirnya melarikan diri.
Korban ditolong oleh beberapa guru dan sempat dibawa ke salah satu klinik swasta, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Kepahiang.
Dari RSUD, pihak keluarga yang tidak terima atas penganiayaan tersebut akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polres Kepahiang.
Untuk motif pelaku sendiri, korban mengatakan tidak mengetahui secara pasti apakah benar karena sakit hati dimutasi ke sekolah lain, atau karena merasa kesal akibat sering ditegur oleh korban.
Baca juga: iPhone 17 Dipajang di Toko China, Begini Desain Terbarunya
Korban memang sempat memberikan teguran dan bimbingan kepada pelaku karena sering membuat masalah di sekolah.
"Apakah dia dongkol kepada saya, atau karena merasa dimutasi karena saya. Itu dua prediksi motif dia," ungkap korban.
Pelaku ditangkap
RL diringkus Polres Kepahiang tidak lama setelah kejadian pada Selasa (22/4/2025).
Kasat Reskrim Polres Kepahiang, AKP Denyfita Mochtar, mengatakan bahwa pelaku dengan sengaja menganiaya korban.
Insiden terjadi sekitar pukul 07.30 WIB pagi. Saat itu, pelaku yang mengendarai sepeda motor dengan sengaja menabrak korban.
Ketika korban terjatuh, pelaku memukulnya sebanyak dua kali.
Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis Milik Prabowo Tuai Kontroversi, Sudah 260 Siswa Alami Keracunan
Tidak berhenti di situ, saat korban hendak bangkit, pelaku juga menyiramkan cairan alkohol ke wajah korban.
"Setelah itu, barulah pelaku ini meninggalkan tempat kejadian. Korban sendiri ditolong oleh guru lain dan langsung dibawa ke klinik," ujar AKP Denyfita Mochtar, Rabu (23/4/2025).
Pelaku sakit hati dimutasi
Dari pemerikaaan sementara, pelaku mengaku melakukan aksinya karena sakit hati.
Pelaku mengaku mendengar ucapan dari pelaku yang berencana melakukan mutasi atau memindahkan pelaku ke tempat tugas lain.
"Sementara ini, itu motif pelaku ke petugas kita. Tapi masih kita dalami," ungkap AKP Denyfita.
Sosok Pelaku
Baca juga: PSU Gorontalo Utara Dinilai Janggal, Paslon 01 Roni - Ramdan Ajukan Gugatan ke MK
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepahiang, Hartono mengungkapkan ini bukan lah kali RL membuat masalah.
RL tidak hanya berselisih dengan kepala sekolah yang sekarang, tetapi juga pernah bermasalah dengan kepala sekolah sebelumnya.
"Keluhan terhadap oknum guru ini bukan hanya dari kepsek sekarang, tapi kepsek sebelum-sebelumnya juga ada," ungkap Hartono.
Hartono mengaku menyayangkan terjadinya penganiayaan dalam lingkungan pendidikan.
Baca juga: Harga HP Vivo T4 5G Dibanderol Rp4 Juta Dibekali Bateri 7.300 mAH, Simak Spesifikasi Lengkapnya
Menurutnya, selama masalah masih berkaitan dengan urusan internal guru atau kepala sekolah, seharusnya bisa diselesaikan secara baik-baik.
"Tapi kalau sudah penganiayaan seperti ini, ya saya rasa masuk ranah aparat penegak hukum saja," ujar Hartono kepada TribunBengkulu.com, Rabu (23/4/2025). (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.