Gempa Bumi

Gempa Bumi Berkedalaman Menengah Guncang Wilayah Selatan Morowali

Gempa bumi dengan magnitudo 1.5 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Jumat siang, 25 April 2025 pukul 12.27 Wita.

|
Editor: Wawan Akuba
BMKG
REAL TIME GEMPA - Gempa bumi dengan magnitudo 1.5 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Jumat siang, 25 April 2025 pukul 12.27 WITA. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi dengan magnitudo 1.5 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Jumat siang, 25 April 2025 pukul 12.27 Wita.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa terletak pada koordinat 2.43° Lintang Selatan dan 120.95° Bujur Timur, dengan kedalaman 119 kilometer di bawah permukaan bumi.

Lokasi pusat gempa berada di laut, sekitar 22 kilometer arah selatan dari Kecamatan Bahodopi, salah satu wilayah industri utama di Kabupaten Morowali.

Wilayah ini dikenal sebagai sentra pengolahan nikel nasional dan memiliki aktivitas seismik yang cukup tinggi, karena berada di jalur tumbukan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.

Menurut penjelasan dari ahli geofisika, kombinasi kedalaman gempa yang mencapai 119 kilometer dengan magnitudo yang relatif kecil, yaitu 1.5, menunjukkan bahwa gempa ini berasal dari deformasi batuan di zona mantel atas (intermediate-depth earthquake).

Pada kedalaman ini, tekanan dan suhu tinggi menyebabkan batuan menjadi lebih plastis, sehingga pergerakan lempeng yang terjadi hanya menghasilkan energi yang terbatas dan tidak berdampak besar di permukaan.

“Gempa berkedalaman menengah seperti ini biasanya tidak dirasakan oleh masyarakat dan jarang menimbulkan kerusakan. Ini lebih bersifat sebagai aktivitas seismik biasa yang mencerminkan dinamika dalam perut bumi,” ujar seorang peneliti dari Pusat Gempa Nasional.

BMKG menyatakan bahwa hingga pukul 13.30 Wita, tidak ada laporan guncangan dirasakan maupun kerusakan dari masyarakat sekitar Bahodopi, Bungku Selatan, maupun Kecamatan Menui Kepulauan. Gempa ini juga tidak berpotensi tsunami.

Meski demikian, masyarakat di wilayah Morowali dan sekitarnya tetap diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG.

Kawasan ini memang masuk dalam kategori aktif secara tektonik, sehingga edukasi tentang mitigasi bencana gempa menjadi penting, khususnya di wilayah pesisir dan kawasan industri yang padat aktivitas.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved