Tarif Impor
Apakah Tarif Impor Amerika Serikat Berdampak bagi Provinsi Gorontalo? Begini Penjelasan Bea Cukai
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberlakukan kebijakan tarif impor sebesar 47 persen untuk Indonesia.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ANJANGSANA-Kepala-Bea-Cukai-Gorontalo-Ade-Zirwan-anjangsana-ke-kantor-TribunGorontalocom.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberlakukan kebijakan tarif impor sebesar 47 persen untuk Indonesia.
Sebelumnya, Pemerintah AS memberlakuan tarif resiprokal sebesar 32 persen kepada produk impor asal Indonesia mulai 9 April 2025.
Tarif resiprokal tersebut mengacu pada basis tarif sebesar 10 persen yang diterapkan AS terhadap produk impor dari semua negara yang dikenakan AS selama ini.
Dilansir dari berbagai sumber, Menko Perekonomian Airlangga Hartato nilai tarif impor justru lebih tinggi.
Ia menilai tarif dari Trump ini tidak adil bagi Indonesia. Sebab Indonesia bisa tertinggal dalam hal persaingan dengan negara lain.
Lantas, apakah tarif impor AS berdampak di Provinsi Gorontalo?
Kepala Kantor Bea Cukai Gorontalo, Ade Zirwan menjelaskan tarif impor dari AS tidak berdampak secara langsung bagi Provinsi Gorontalo.
"Alasannya adalah karena negara tujuan ekspor dari Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) di Gorontalo bukanlah negara Amerika," kata Ade, Kamis (24/4/2025).
Pasalnya, negara-negara tujuan ekspor dari Gorontalo yang tercatat dalam data ekspor Gorontalo adalah Jepang, China, Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Tujuan ekspor Gorontalo masih berada di kawasan Asia Pasifik.
Untuk ekspor komoditas, saat ini Gorontalo mengandalkan banyak produksi pada tiga sektor unggulan.
"Komoditas ekspor Gorontalo berada pada tiga klaster yakni kehutanan, pertanian dan perikanan," ungkap Ade.
Jika dilihat pada data ekspor triwulan pertama 2025, komoditas kehutanan tercatat memberikan kontribusi sangat besar pada nilai dan volume ekspor, dengan produk utama adalah wood pellet tujuan Jepang.
Komoditas kedua yang menjadi andalan ekspor Gorontalo adalah Frozen Coconut Cream (krim kelapa) dan Crude Coconut Oil (minyak kelapa) tujuan China.
"Masing-masing diekspor ke Malaysia dan China. Komoditas utama yakni komoditas kehutanan, perkebunan dan perikanan," terang Ade.