Berita Viral
Seorang Wanita Dikeroyok 11 Debt Collector di Depan Kantor Polsek, Polisi Cuma Jadi Penonton
Ramadhani Putri (31) menjadi korban kebrutalan kelompok debt collector.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/seorang-wanita-di-Riau-dikeroyok-debt-collector-di-depan-kantor-polisi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Ramadhani Putri (31) menjadi korban kebrutalan kelompok debt collector.
Melansir dari Kompas.com, Selasa (22/4/2025), Ramadhani dikeroyok oleh 11 debt collector.
Insiden ini terjadi tepat di depan kantor Polsek Bukitraya, Kota Pekanbaru, Riau, pada Sabtu (19/4/2025) dini hari sekitar pukul 00.40 WIB.
Mirisnya, anggota polisi yang berada di lokasi hanya menjadi penonton.
Dalam video yang viral di media sosial, terlihat dengan jelas aksi brutal para pelaku yang menyerang mobil yang dikendarai oleh suami korban. Mereka menggunakan kayu dan batu untuk merusak kendaraan, bahkan salah satu pelaku terlihat memukul kaca depan mobil dengan helm.
Kaca belakang mobil pecah, dan bodi kendaraan mengalami kerusakan parah.
Meskipun kejadian berlangsung di depan kantor polisi, tidak ada petugas yang tampak berusaha melerai atau menghentikan aksi pengeroyokan tersebut.
Polisi kalah jumlah. Para pelaku tampak tidak takut akan konsekuensi hukum.
Mereka terus melakukan tindakan kriminal di hadapan aparat penegak hukum.
Saat ini, empat orang pelaku telah ditangkap dan dijebloskan ke tahanan.
Mereka adalah AI alias Kevin (46), selaku Ketua Debt Collector Fighter, serta tiga anggotanya, MHA (18), RI alias Rio (46), dan RS alias Randi (34).
Baca juga: Bisakah Paslon Ajukan Gugatan ke MK setelah PSU? Begini Penjelasan KPU Provinsi Gorontalo
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan, menyampaikan bahwa pihaknya masih memburu tujuh pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi pengeroyokan ini.
"Tujuh pelaku masih kami cari. Sudah kami identifikasi nama-namanya," ujar Asep dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Senin (21/4/2025).
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Jeki Rahmat Mustika, menjelaskan bahwa pada saat kejadian, ada anggota Polsek Bukitraya yang berusaha mencegah aksi tersebut.
"Di lokasi ada beberapa anggota polisi yang berupaya mencegah. Hanya saja, para pelaku terus melakukan pengeroyokan. Kejadiannya berlangsung cepat.
Setelah datang anggota Polresta dan Polda Riau, para pelaku sudah melarikan diri.
Anggota bergerak cepat mengejar dan mendapatkan 4 pelaku kurang dari 24 jam. Tujuh pelaku masih diburu," kata Jeki.
Insiden ini terjadi karena kedua kelompok debt collector tersebut sedang bersaing untuk menarik sebuah mobil yang sama.
Baca juga: Mediasi Berhasil, Andi Indalan dan Debt Collector Sepakat Cabut Laporan di Polresta Gorontalo Kota
4 polisi ikut rombongan penganiaya dan tak menolong
Sementara Kapolsek Bukitraya Kompol Syafnil mengungkapkan, insiden ini berawal saat Ketua debt collector Fighter, AI (46), menghubungi korban untuk bertemu di Jalan Parit Indah.
AI datang dengan anggota sekitar 20 orang, termasuk empat orang anggota polisi.
"Dalam rombongan debt collector itu ada empat orang anggota polisi," ucap Syafnil.
Pelaku AI, kata Syafnil, memukul mobil korban hingga membuat korban ketakutan dan lari ke Polsek Bukitraya di Jalan Unggas, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru.
Sesampainya di depan Polsek Bukitraya, rombongan debt collector melakukan pengeroyokan terhadap RP.
Mereka tetap nekat menganiaya seorang wanita, meski berada di depan kantor polisi.
Korban dan mobilnya dipukul pelaku menggunakan batu dan kayu.
Melihat adanya pengeroyokan, anggota Polsek Bukitraya yang sedang piket langsung mencoba menolong. Namun, karena kalah jumlah, mereka tidak mampu mengatasi.
"Anggota piket ini sudah tua-tua dan sakit-sakitan, jadi mereka tak sanggup melerai," kata Syafnil.
Namun, dia menyebut ada empat orang anggota polisi, bukan anggota Polsek Bukitraya, di lokasi pengeroyokan, tetapi tidak mau menolong.
Mereka hanya merekam video, meski sudah diminta untuk melerai.
"Itulah yang saya sesalkan, kenapa empat polisi ini tak membantu. Cuma merekam video. Mereka anggota polisi dari satuan lain, bukan dari Polsek Bukitraya," sebut Syafnil.
Melihat empat anggota polisi tak menolong, anggota polisi Bukitraya meminta bantuan kepada anggota lainnya.
Namun, para pelaku melarikan diri.
"Empat anggota polisi (yang tak menolong) itu sudah saya laporkan ke Polresta Pekanbaru," ucap Syafnil.
(TribunGorontalo.com/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Brutalnya 11 "Debt Collector" Keroyok Wanita di Depan Polsek di Pekanbaru, Polisi Tak Berdaya"
Berita viral
wanita dikeroyok debt collector
Kapolsek Bukitraya
Kota pekanbaru
Viral di media sosial
Ramadhani Putri
Kombes Asep Darmawan
| Viral! Dua Gadis Tunarungu Lolos Kerja di Matahari, Ternyata Saudari Kembar, Banjir Dukungan |
|
|---|
| Viral Curi Uang Pedagang Nasi Uduk, Pria di Bekasi Dibekuk Polisi |
|
|---|
| DPR Turun Tangan, PHK Karyawan Mie Sedaap Resmi Disetop |
|
|---|
| Bayi 6 Bulan Meninggal, Keluarga Salahkan Puskesmas: Tabung Oksigen Kosong, Ambulans tak Ada |
|
|---|
| Anak jadi Korban Kekerasan Pacar sang Ibu saat Check In di Hotel |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.