Berita Viral

Hati-hati 15 Obat Herbal dan Suplemen Ini Beredar di Indonesia Mengandung Zat Kimia Berbahaya

Hati-hati ada 15 obat herbal dan suplemen yang mengandung zat kimia berbahaya yang sudah beredar di Indonesia

Editor: Prailla Libriana Karauwan
istimewa/ho/
OBAT TRADISIONAL BERBAHAYA - BPOM kembali menemukan 61 item obat bahan alam (OBA) mengandung bahan kimia obat (BKO). 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Hati-hati ada 15 obat herbal dan suplemen yang mengandung zat kimia berbahaya.

Pasalnya 15 obat dan suplemen ini sudah beredar di Indonesia.

Jika masyarakat mengonsumsi obat dan suplemen ini bisa mengganggu metabolisme tubuh.

Dilansir dari Kompas.com, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis daftar 15 obat bahan alam (OBA) dan suplemen kesehatan (SK) yang mengandung bahan kimia obat (BKO) dari negara lain. 

Baca juga: Waspada! 9 Produk Makanan Ini Mengandung Babi Berlabel Halal Jangan Sampai Ketipu

Hal itu sebagai tindak lanjut dari temuan otoritas pengawas obat dan makanan Thailand serta Brunei Darussalam berdasarkan pengawasan pada periode Januari-Februari 2024. 

15 obat bahan alam dan suplemen kesehatan tersebut merupakan produk yang tidak terdaftar di BPOM

Adapun BKO yang terkandung tersebut antara lain sildenafil, sibutramin, fluoksetin, tadalafil, dan orlistat.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan agar pelaku usaha selalu menjalankan usahanya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan. 

Baca juga: 10 Calon Pengganti Paus Fransiskus Pasca Meninggal Dunia yang Bakal Pimpin Umat Katolik

“Sesuai dengan konsep tiga pilar pengawasan obat dan makanan, yaitu pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat,” ucap Taruna melalui keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (9/4/2025). 

“Pelaku usaha memegang tanggung jawab terhadap integritas produk yang dimiliki dan bagi pelaku usaha yang terbukti melanggar, maka akan dikenakan sanksi berat sampai dengan sanksi pidana,” lanjutnya.

Bahaya BKO 

Taruna menyampaikan sejumlah bahaya dari mengonsumsi obat bahan alam dan suplemen kesehatan yang mengandung BKO

Kandungan BKO dapat menimbulkan efek samping berupa kehilangan penglihatan dan pendengaran, nyeri dada, serta pusing. 

Baca juga: Oknum Dokter PPDS di UI Rekam Mahasiswi Mandi, Tersangka Ternyata Pria Beristri

BKO juga dapat mengakibatkan pembengkakan mulut, bibir, dan wajah, serta stroke, serangan jantung, bahkan berujung kematian. 

“Penggunaan BKO juga dapat menyebabkan kerusakan hati apabila dikonsumsi dalam jangka panjang atau dosis tinggi,” ujar Taruna. Baca juga: BPOM Cabut Izin Edar 3 Susu yang 

Daftar OBA dan SK yang mengandung BKO 

Berikut ini 15 obat bahan alam dan suplemen kesehatan yang mengandung BKO

  • Heavenplus 
    Negara yang melaporkan: Thailand 
    BKO yang terkandungan: Sildenafil.
  • Zeus Plus 
    Negara yang melaporkan: Thailand 
    BKO yang terkandungan: Sildenafil.
  • Marvel X 
    Negara yang melaporkan: Thailand 
    BKO yang terkandungan: Sildenafil.
  • D-shap 
    Negara yang melaporkan: Thailand 
    BKO yang terkandungan: Sildenafil.
  • Roketto 
    Negara yang melaporkan: Thailand 
    BKO yang terkandungan: Sildenafil.
  • Chu 
    Negara yang melaporkan: Thailand 
    BKO yang terkandungan: Sildenafil dan tadalafil.
  • CiS 
    Negara yang melaporkan: Thailand 
    BKO yang terkandungan: Sibutramin.
  • Ozy 
    Negara yang melaporkan: Thailand 
    BKO yang terkandungan: Sibutramin.
  • MerSplus 
    Negara yang melaporkan: Thailand 
    BKO yang terkandungan: Sibutramin.
  • Challee 
    Negara yang melaporkan: Thailand 
    BKO yang terkandungan: Sibutramin.
  • Honey Q 
    Negara yang melaporkan: Thailand 
    BKO yang terkandungan: Sibutramin dan fluoksetin.
  • Siri L-Bang 
    Negara yang melaporkan: Thailand 
    BKO yang terkandungan: Fluoksetin.
  • Honey Q The Flower 
    Negara yang melaporkan: Thailand 
    BKO yang terkandungan: Fluoksetin.
  • Fiona 
    Negara yang melaporkan: Thailand 
    BKO yang terkandungan: Orlistat.
  • Green Slim 
    Negara yang melaporkan: Brunei Darussalam 
    BKO yang terkandungan: Sibutramin. 

Imbauan BPOM

BPOM mengimbau agar masyarakat dapat lebih waspada dan berhati-hati sebelum membeli dan/atau mengonsumsi produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan. 

Baca juga: Viral Petani Sulsel Temukan Uang Rp 22 Juta di Bawah Lantai Rumah, Rupanya Dibawa Kabur Tikus

Mengingat maraknya penjualan produk OBA dan SK yang dilakukan secara daring (online), masyarakat diharapkan lebih kritis dalam membaca dan mencermati informasi produk yang terdapat pada kemasan atau materi promosi (iklan) produk. 

Masyarakat diharapkan hanya membeli produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan dari sumber terpercaya serta tidak menggunakan produk–produk yang tidak terpercaya. 

Selalu ingat untuk lakukan "Cek KLIK" (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) sebelum membeli dan/atau menggunakan produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan. 

Baca juga: Gerobak Pentol Goreng di Kalsel Viral Karena Mirip dengan Miniatur Rumah Mewah, Dibuat dari Rotan

Masyarakat diimbau untuk memastikan Kemasan dalam kondisi baik, lalu baca informasi produk yang tertera pada Labelnya. 

Kemudian, masyarakat diharapkan memastikan produk memiliki Izin edar BPOM dan belum melebihi masa Kedaluwarsa. (*)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved