Paus Fransiskus Meninggal Dunia
10 Nama-nama Calon Pengganti Paus Fransiskus yang Bakal Pimpin Umat Katolik, Ada Dari Asia Tenggara
Kepergian Paus Fransiskus Senin (21/4/2025), membawa kabar duka bagi umat katolik. Diketahui Paus menghembuskan nafas terakhir di usia 88 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Paus-Fransiskus-ksjkjadas.jpg)
1. Kardinal Luis Antonio Tagle (Filipina)
Kardinal Filipina Luis Antonio Tagle (67 tahun) telah lama menjadi papabili terkemuka di antara para pengamat dan bandar taruhan Vatikan.
Jika terpilih, ia akan menjadi paus Asia pertama dan paus pertama yang benar-benar fasih berbahasa Inggris dalam sejarah" (setidaknya sejak Adrian IV, yang lahir di Hertfordshire dan menjabat pada tahun 1150-an).
Politiknya yang condong ke kiri mirip dengan pandangan Paus Fransiskus yang relatif progresif tentang isu keadilan sosial.
Ia juga dikenal kritis terhadap perlakuan gereja terhadap kaum LGBT dan umat Katolik yang bercerai dan menikah lagi.
2. Kardinal Peter Turkson (Ghana)
Kardinal Peter Turkson (76 tahun ) merupakan sarjana Alkitab multi bahasa Kardinal Peter Turkson.
Ia digambarkan sebagai sosok yang menawan dan bertutur kata lembut dan telah lama dianggap sebagai kandidat terdepan.
Namun, pandangannya yang relatif liberal tentang homoseksualitas, ekologi, dan keadilan sosial membuatnya berselisih dengan beberapa kardinal dan uskup di negaranya sendiri, Ghana.
Baca juga: Ramalan Zodiak Libra, Scorpio, Sagitarius Selasa 22 April 2025: Cinta, Kesehatan, Karir dan Keuangan
Meskipun ada antusiasme untuk memilih seorang paus dari Afrika, tempat populasi Katolik sedang berkembang.
Akan tetapi Kardinal Turkson secara umum tidak dipandang sebagai kandidat pemersatu.
3. Kardinal Péter Erdő (Hungaria)
Kardinal Péter Erdő telah lama menjadi tokoh penting dalam politik gereja kontemporer.
Ia merupakan seorang sarjana dan intelektual pemenang penghargaan. Bahkan saat ini ia dipandang sebagai "pilihan konsensus" yang potensial, kata US Catholic.
Sebagai seorang konservatif, Erdo sebelumnya menentang praktik umat Katolik yang bercerai atau menikah lagi untuk menerima Komuni Kudus.