Paus Fransiskus Meninggal
Paus Fransiskus Meninggal Dunia, MUI Beri Ucapan Belasungkawa: Dunia Berduka
Kepergian Paus Fransiskus meninggalkan duka mendalam bagi dunia, tak terkecuali di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ws-paus-tewas.jpg)
Fransiskus dari Asisi, mendirikan Ordo Fransiskan atau Ordo saudara-saudara Dina.
Semangat dan kepedulian terhadap sesama, solidaritas pada kaum miskin, dan kesederhanaan dalam hati serta pikiran yang dicontoh oleh Paus.
Dengan memilih nama, Fransiskus, Kardinal Jorge Mario Bergoglio berkeinginan ingin menjadi ‘Paus milik rakyat’, mengatualisasikan arah pastoral gereja yaitu solider. Artinya berpihak pada orang kecil, tersisih dan membumi atas dasar sikap iman.
Perjalanan Karier Paus Fransiskus
Seperti yang dilansir dari Vatican.va, jika Paus Fransiskus lulus dari teknisi kimia dan memilih jalan imamat, memasuki Seminari Keuskupan Villa Devoto.
Kemudian pada tanggal 11 Maret 1958, memasuki novisiat Serikat Jesus. Paus Fransiskus menyelesaikan studi humaniora di Chili dan kembali ke Argentina pada tahun 1963, dengan gelar filsafat dari Colegio de San José di San Miguel.
Pada tahun 1964-1965, Paus Fransiskus mengajar sastra dan psikologi di Immaculate Conception College di Santa Fé, lalu pada tahun 1966 mengajar mata pelajaran yang sama di Colegio del Salvatore, Buenos Aires. Pada tahun 1967-1970, ia belajar teologi dan memperoleh gelar dari Colegio San José.
Tanggal 13 Desember 1969, ia ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Agung Ramón José Castellano. Kemudian, melanjutkan pendidikannya pada tahun 1970-1971 di Universitas Alcalá de Henares, Spanyol, dan pada tanggal 22 April 1973 mengucapkan kaul kekalnya bersama para Yesuit.
Paus Fransiskus di Argentina, menjadi magister novis di Villa Barilari, San Miguel; profesor di Fakultas Teologi San Miguel; konsultan untuk Provinsi Serikat Yesus, dan juga Rektor Colegio Máximo di Fakultas Filsafat dan Teologi.
Pada tanggal 31 Juli 1973, Paus Fransiskus diangkat menjadi Provinsial Jesuit di Argentina, jabatan yang dipegangnya selama enam tahun. Puas pun melanjutkan pekerjaannya di universitas dari tahun 1980-1986, dan menjabat sekali lagi sebagai Rektor Colegio de San José, serta pastor paroki, di San Miguel.
Pada bulan Maret 1986, Paus Fransiskus berangkat ke Jerman untuk menyelesaikan tesis doktoralnya, dan atasannya mengirim Paus Fransiskus ke Colegio del Salvador di Buenos Aires. Selanjutnya, ke Gereja Jesuit di kota Córdoba sebagai pembimbing rohani dan bapa pengakuan.
Kardinal Antonio Quarracino, Uskup Agung Buenos Aires, menginginkannya sebagai rekan dekat. Maka, pada tanggal 20 Mei 1992, Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya sebagai Uskup Tituler Auca dan Uskup Pembantu Buenos Aires.
Paus Fransiskus langsung diangkat menjadi Vikaris Episkopal distrik Flores, dan pada tanggal 21 Desember 1993 dipercayakan dengan jabatan Vikaris Jenderal Keuskupan Agung. Maka tidak heran, pada tanggal 3 Juni 1997, ia diangkat ke martabat Uskup Agung Koajutor Buenos Aires.
Belum sembilan bulan berlalu, setelah kematian Kardinal Quarracino, ia menggantikannya pada tanggal 28 Februari 1998, sebagai Uskup Agung, Kemudian, pada 21 Februari 2001, Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya jadi Kardinal dengan gelar San Roberto Bellarmino.
Selanjutnya, pada 13 Maret 2013 melalui sidang Konklaf, Kardinal Jorge Mario Bergoglio terpilih menjadi pemimpin baru Gereja Katolik sedunia menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri. Seperti, Santo Fransiskus dari Asisi yang menjadi nama pilihannya, Paus Fransiskus juga dikenal mengasihi orang-orang miskin.
Paus Fransiskus pun juga adalah sosok yang dikenal menjadi pendeta sederhana yang sangat dicintai karena keuskupannya, dan telah melakukan perjalanan secara ekstensif menggunakan kereta bawah tanah, dan bus selama 15 tahun pelayanan episkopal. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dan TribunPriangan