Universitas Negeri Gorontalo
Rektor UNG Eduart Wolok Turut Hadir di Tengah Keluarga Mahasiswa KKN Korban Air Bah
Sebagai bentuk ungkapan duka, rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ikut bersama keluarga mahasiswa yang tengah berduka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sfhbaegng.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Sebagai bentuk ungkapan duka, rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ikut bersama keluarga mahasiswa yang tengah berduka.
Musibah Air bah yang dialami oleh mahasiswa KKN UNG membuat rasa berduka bagi seluruh civitas akademika UNG.
Hal yang sama pun dirasakan Eduart Wolok sebagai pimpinan di kampus merah maron tersebut.
Sehingga dirinya berupaya hadir memberi rasa semangat kepada keluarga mahasiswa.
Baca juga: Dokter di Malang Tolak Serahkan Diri Padahal Lecehkan Pasien Pakai Steteskop, Korban Kini Gelisah
Setelah berziarah ke makam Regina Malaka yang berada di Kabupaten Pohuwato Gorontalo, Eduart langsung bertolak menuju Provinsi Sulawesi Utara.
Tepatnya di Desa Inobonto dan Ratatotok, kediaman Sri Maghfirah Mamonto dan Alfateha Ahdania Ahmadi, korban mahasiswa yang wafat akibat bencana alam.
Selain itu, rektor pula mendatangi korban selamat di dua desa tersebut.
Kunjungan itu dimulai dari kediaman keluarga Sri Maghfirah di desa Inobonto.
Baca juga: Curanmor di Gresik Viral Beraksi saat Salat Subuh, Nyamar Pakai Sarung dan Peci, 2 Menit Motor Raib
Dalam kunjungannya ini, Eduart menyempatkan waktu untuk berziarah langsung ke makam mahasiswa sekaligus menggelar doa arwah.
Selanjutnya Rektor menyambangi kediaman Firli Aprilio salah satu korban selamat untuk memberikannya penguatan kepada mahasiswa tersebut.
Kunjungan di dua desa ini diakhiri di Desa Ratatotok di kediaman Alfateha Ahmadi.
Keluarga Alfateha menyambut dengan penuh hangat kedatangan Rektor beserta jajarannya.
Baca juga: Profil Calon Bupati Gorontalo Utara PSU Pilkada 2025 Mulai dari Roni Imran hingga Mohammad Siddik
Eduart pun menyempatkan untuk berziarah langsung ke makam Alfateha sambil mengiringi Surah Alfatehah untuknya.
Eduart mengaku kedatangannya ke keluarga korban serta berziarah ke makam mahasiswa yang meninggal dunia merupakan salah satu wujud bela sungkawa atas kejadian yang dialami oleh mahasiswanya.
Kata Eduart, musibah tersebut menjadi duka mendalam bagi dirinya dan segenap warga UNG.
“Kami merasakan duka yang begitu dalam atas musibah ini. Sebagai keluarga besar UNG, kami ingin hadir dan membersamai keluarga dalam masa-masa sulit ini,” ungkap Rektor.
Baca juga: Masih di Harga Rp2 Juta, Berikut Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 20 April 2025
Eduart juga menyampaikan rasa turut berbela sungkawa dan doa agar keluarga mahasiswa dapat diberikan kekuatan dan ketabahan menjalani ujian tersebut.
"Tidak ada yang dapat kami berikan selain harapan dan doa untuk seluruh korban khususnya yang telah meninggal. Semoga dengan doa kita semua mereka yang gugur saat menuntut ilmu ini, insyaallah diberikan husnul khotimah dan memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT," harapnya. (*)
(TribunGorontalo.com)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.