Berita Viral
Miris, Kepsek di Kebumen Jateng Tega Buang Bayi Hasil Hubungan Gelapnya dengan Seorang Buruh
Oknum kepala sekolah di Jawa Tengah CH (44) tega membuah anak kandungnya yang masih bayi untuk menutupi kasus perselingkuhanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustras-Bayi-dsghfghcbhbcj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Oknum kepala sekolah di Jawa Tengah CH (44) tega membuah anak kandungnya yang masih bayi untuk menutupi kasus perselingkuhanya.
Dan lebih teganya lagi, karena malu punya anak dari hubungan gelap dengan buruh tersebut, ia membuang bayi tersebut.
Sang kekasih kemudian berakting menolong bayi tersebut.
Namun cerita pelaku membuat bidan curiga yang akhirnya membongkar cerita perselingkuhan sang kepsek dan buruh.
Kasus dugaan pembuangan atau penelantaran bayi baru lahir di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah menghebohkan publik.
Ibu bayi yang menelantarkan bayi tersebut ternyata merupakan oknum kepala sekolah di daerah tersebut.
Baca juga: Mahasiswa Kedokteran UI Diduga Rekam Wanita Mandi, Status Akademik Dibekukan
Baca juga: Gorontalo Belum Punya Kebun Binatang? Rumah Alam Dunggala Hadir Jadi Jawaban
Kapolres Kebumen, AKBP Baasith, menerangkan bahwa kedua orang tua bayi tersebut menelantarkan anaknya karena merasa malu kepada keluarga, mengingat mereka tidak terikat dalam hubungan pernikahan yang sah.
"Ibunya merupakan ASN di lingkungan pendidikan, yaitu kepala sekolah," ungkap Kapolres saat konferensi pers pada Jumat (18/4/2025), dikutip dari Kompas.com.
Sedangkan, ayah bayi, yang berinisial SM (44), adalah seorang buruh harian lepas.
Mulanya, S mengaku menemukan bayi laki-laki itu pada Minggu (13/4/2025) sekitar pukul 11.30 WIB di sebuah rumah kosong di Desa Kalirejo, Kecamatan Karanggayam, Kebumen.
S pun kemudian membawa bayi tersebut ke rumah adiknya untuk mendapatkan pertolongan.
Namun, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa bayi itu tidak ditemukan, melainkan dibawa oleh SM, yang merupakan ayah biologis bayi tersebut.
"Dari hasil penyelidikan, ternyata bayi tersebut bukan ditemukan, melainkan dibawa oleh SM," kata Kapolres.
Dalam konferensi pers, SM mengatakan bahwa ia dan oknum kepala sekolah tersebut telah menjalin hubungan terlarang sejak tahun 2023.
"Kami berhubungan sejak tahun 2023, dulu teman SMA," kata S.