Objek Wisata Gorontalo

Gorontalo Belum Punya Kebun Binatang? Rumah Alam Dunggala Hadir Jadi Jawaban

Gara-gara minimnya fasilitas edukasi satwa di Provinsi Gorontalo, hadir satu tempat yang mulai mencuri perhatian, yakni Rumah Alam Dunggala.

Editor: Wawan Akuba
FOTO: Muhammad Areal Limonu
WISATA ALAM -- Tempat wisata Rumah Alam Dunggala yang terletak di Kelurahan Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, hadir sebagai destinasi unik pertama di Gorontalo dengan konsep taman satwa. Dikelola oleh komunitas pecinta satwa, tempat ini menghadirkan pengalaman edukatif yang menyasar kalangan pelajar hingga masyarakat umum. FOTO: Muhammad Areal Limonu 

Reporter: Muhammad Areal Limonu, Mahasiswa Magang

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo Gara-gara minimnya fasilitas edukasi satwa di Provinsi Gorontalo, hadir satu tempat yang mulai mencuri perhatian, yakni Rumah Alam Dunggala.

Wisata ini terletak di Kelurahan Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango.

Kehadirannya menjadi jawaban atas absennya kebun binatang di daerah ini.

Rumah Alam Dunggala dikelola oleh komunitas pecinta satwa.

Karena itu menghadirkan pengalaman wisata edukasi yang menyasar anak-anak sekolah hingga masyarakat umum.

Tempat ini pertama kali dibuka pada 26 September 2023 dan sejak itu menjadi satu-satunya destinasi edukasi satwa di Gorontalo.

"Di Gorontalo belum ada kebun binatang. Kami ingin Rumah Alam Dunggala bisa mengisi kekosongan itu, meski dalam skala kecil," ujar Muhamad Yani, pengelola Rumah Alam Dunggala, Jumat (18/4/2025).

Dengan tarif masuk yang terjangkau—Rp15.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak—pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan beragam satwa.

Ada satwa yang umum dikenal masyarakat hingga satwa eksotik yang didatangkan dari luar daerah.

“Kami ingin anak-anak bisa mengenal hewan secara langsung. Bukan hanya lihat gambar di buku, tapi benar-benar melihat, mendengar, bahkan berinteraksi,” jelas Yani.

Koleksi satwa di tempat ini cukup beragam, dengan dominasi reptil seperti ular, iguana, dan kura-kura.

Beberapa jenis burung dan mamalia kecil juga tersedia untuk menunjang kegiatan edukasi.

Uniknya, setiap pengunjung—terutama rombongan sekolah—akan didampingi edukator.

Nantinya edukator ini akan memberikan penjelasan tentang karakter dan habitat hewan-hewan tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved