TribunUMKM
Cerita Narwati Basiru, Pemilik Usaha Kue Tradisional Gorontalo
Narwati Basiru, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sukses mengembangkan usaha kue tradisional Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Narwati-Basiru-pelaku-UMKM-Kue-Tradisional-Gorontalo-9999.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Narwati Basiru, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sukses mengembangkan usaha kue tradisional Gorontalo.
Lapak usahanya berada di Jalan Rocky Katili, Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo.
Usaha yang telah bertahan hampir sepuluh tahun ini, menjual beragam kue tradisional Gorontalo.
Narwati merintis usahanya sejak 2016, namun saat itu ia hanya membuat satu jenis kue.
"Awalnya itu kue saya hanya Apang Colo," kata Narwati, Sabtu (19/4/2025).
Di tahun tersebut, ia memulai menjual kuenya secara ofline maupun online.
Namun saat itu pengguna handphone masih terbatas, sehingga usahanya belum maksimal.
Seiring berjalannya waktu, usahanya mulai melegit.
Banyak orderan yang ia terima, terutama pesanan untuk kegiatan-kegiatan pemerintahan.
Banyaknya pelanggan yang mulai datang, ia pun berinisiatif membuat lapak usaha tahun 2021, menunya pun mulai bertambah.
"Sudah buat kue Popolulu dengan Sabongi," tukasnya.
Pembeli rupanya tak hanya masyarakat sekitar, beberapa diantaranya datang dari Kota Gorontalo bahkan Bone Bolango.
Kendati usahanya kue tradisional, namun ia tak mau ketinggalan zaman.
Produknya banyak dipromosikan para influencer lokal.
"Sejak mulai dikenal, sudah mulai ajak yang endors-endros," imbuhnya.
Strategi itu rupanya maksimal, pelanggannya mulai bertambah banyak.
Tak hanya itu, beberapa kali usahanya diliput oleh media lokal bahkan nasional.
Untuk memaksimalkan produksi, yang awalnya hanya dua orang, kini total karyawannya sudah berjumlah empat orang.
Saat ini total ada 13 jenis kue yang ia jual, beberapa disesuaikan dengan permintaan pelanggan.
Harga jual tiap kuenya variatif, mulai dari Rp 1.500 - Rp 3.000 per bijinya.
Untuk memaksimalkan penjualannya, ia berkomitmen menjaga harga jual dan kualitas rasa.
"Peminat itu paling suka kue saya karena rasanya sama, tidak beda-beda. Semuanya saya yang buat, tidak terima titipan," pungkasnya.
Dalam sehari ia mengaku rata-rata penjualan kuenya antara 600 biji bahkan sampai 1.000 biji. (*/Jian)
| Cerita Anak Muda Gorontalo Bangun Bisnis di Jalan Panjaitan |
|
|---|
| Kue Balok Lumer , Kuliner Hits di Kota Gorontalo yang Wajib Dicoba Saat Berbuka Puasa |
|
|---|
| Andri Laiya Ceria Kiat Mengelola Lapak UMKM Fashion di Gorontalo Utara |
|
|---|
| Hoya Kopi Hadirkan Konsep Street Coffee ala Kemping di Bawah Pohon Rindang di Gorontalo |
|
|---|
| Ibrahim Tuna Berharap Diberi Gerobak untuk Mengembangkan Usaha Cendolnya |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.