Berita Viral
Nyamar Jadi Guru Biar Gak Ketahuan, Pria Ini Viral Akibat Rampok Perhiasan Murid SD di Jawa Barat
Pria ini menyamar sebagai seorang guru biar gak ketahuan bahkan murid pun tak ada yang sadar kalau guru tersebut sebenarnya adalah pencuri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/drytjnrfgytjn.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang pria di Jawa Barat ini menggondol perhiasan milik murid Sekolah Dasar (SD).
Pria ini menyamar sebagai seorang guru biar gak ketahuan bahkan murid pun tak ada yang sadar kalau guru tersebut sebenarnya adalah pencuri.
Hal ini dikarenakan guru di SD tersebut seringkali terlambat sehingga itulah yang digunakan di pencuri untuk mengambil barang.
Dilandir dari TribunMedan.com, kejadian perampokan ini terjadi di SDN 1 Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Baca juga: Evakuasi Korban KKN UNG di Desa Dunggilata Gorontalo Selesai, Rektor: Terima Kasih Atas Bantuannya
Berdasarkan kronologi, pelaku melakukan aksinya pada 15 April 2025.
Pria ini menyamar sebagai guru dan menyusup ke dalam kelas.
Kejadiannya saat jam istirahat sekolah.
Pelaku masuk ke kelas 1 dan berpura-pura mengadakan razia perhiasan.
Baca juga: Hanya Karena Pulang 1 Menit Lebih Awal, Pegawai di China Dipecat Meski Sudah Kerja 3 Tahun
Ia menginstruksikan para murid untuk melepas kalung, gelang, dan cincin yang mereka kenakan, dengan dalih pemeriksaan dari kepolisian.
Kepala Sekolah SD Negeri 1 Banjarharja, Idah Rosidah, menyebut kejadian berlangsung sangat cepat.
Saat itu, gerbang sekolah memang sudah terbuka dan para guru masih berada di ruang kantor.
"Pelaku langsung masuk ke kelas 1, duduk sebentar, lalu meminta anak-anak menyerahkan perhiasan mereka. Tidak lama, salah satu siswa menangis dan melapor ke guru," ujar Idah.
Baca juga: 5 Fakta Kasus Pengobatan Sesat di Ilotidea Kabupaten Gorontalo, Anak-anak jadi Tumbal
Salah satu korban yang paling terdampak adalah seorang murid bernama Ina.
Ia kehilangan satu set perhiasan emas yang terdiri dari kalung, gelang, dan cincin dengan total berat 8 gram.
Jika dikonversi, nilai perhiasan tersebut diperkirakan mencapai Rp 4,5 juta.