Jumat, 6 Maret 2026

Korupsi Ekspor CPO

Profil Ariyanto Bakri Tersangka Dugaan Suap Kasus Korupsi Ekspor CPO

Ariyanto Bakri ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO).

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Profil Ariyanto Bakri Tersangka Dugaan Suap Kasus Korupsi Ekspor CPO
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda/Instagram @arybakri
DUGAAN SUAP - Sosok pengacara Ariyanto Bakrie atau Ary Bakri yang terlibat dalam kasus suap perkara ekspor Crude Palm Oil (CPO). Simak profil Ariyanto Bakri. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Ariyanto Bakri ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO).

Kejaksaan Agung (Kejagung) menduga Ariyanto berperan dalam penyaluran uang suap kepada Muhammad Arif Nuryanta.

Ariyanto bersama rekan pengacara, Marcella Santoso, menemui Arif yang kala itu menjabat sebagai Wakil Kepala Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Terkait dengan aliran uang, penyidik telah menemukan bukti yang bersangkutan telah menerima Rp60 miliar untuk pengaturan putusan,” kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung Abdul Qohar dalam konferensi pers, Sabtu (12/4/2025).

Profil Ariyanto Bakri

Ariyanto Bakri adalah pengacara dan pengusaha yang dikenal sebagai pendiri Ariyanto Arnaldo Law Firm.

Ia kerap menangani klien koorporasi besar bersama sejumlah rekannya.

Ariyanto Bakri memiliki kantor hukum yang berlokasi di kawasan bisnis Sudirman, Jakarta Selatan.

Selain sebagai pengacara, ia juga dikenal aktif di dunia konten digital, terutama di YouTube dan Instagram.

Namanya pernah dikaitkan dengan kasus perusakan mobil Honda Brio di Senopati, Jakarta Selatan pada 2023 lalu.

Namun, klarifikasi dari kantor hukumnya menyebut pelaku sebenarnya adalah Giorgio Ramadhan, seorang karyawan magang di AALF yang menggunakan mobil operasional kantor.

Dalam perkara dugaan korupsi yang menjerat Muhammad Arif Nuryanta, eks Wakil Kepala Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Ariyanto Bakri bersama rekannya Marcella Santoso diduga sebagai orang yang memberikan suap.

Kejaksaan Agung kemudian menyita sejumlah barang mewah dari rumah Ariyanto Bakri, termasuk 21 sepeda motor, 7 sepeda, 1 Toyota Land Cruiser, 3 Land Rover, 1 Ferrari Spider, serta uang tunai yang terdiri dari 10 lembar 100 dollar Singapura, 74 lembar pecahan 50 dollar Singapura.

Kemudian uang rupiah senilai Rp 136.950.000

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Ariyanto Bakri dan tiga tersangka lain ditahan selama 20 hari ke depan sejak 12 April 2025.

Pantauan di Rumah Ary Bakri

Pantauan Tribunnews.com pada Selasa (15/4/2025), rumah Ary Bakri yang terletak di Jalan Kikir nomor 26, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, tampak seperti istana pribadi. 

Rumah tiga lantai seluas 20 x 8 meter persegi milik Ary Bakri, berdiri megah di antara rumah-rumah tetangga yang jauh lebih sederhana.

Tampak dari depan, rumah Ary Bakri ditutupi oleh tanaman rambah yang menjulang dari atas hingga bawah. 

Dinding rumahnya juga dihiasi oleh batu alam dan beberapa jendela pada lantai dua dan tiga.

Pagar setinggi dua meter berwarna putih juga menutup garasi rumahnya. Tulisan ‘Lawyer Garage, Kikir 26’ pun sebagai penanda kediaman Ary Bakri. 

Namun siapa sangka pada Sabtu hingga Minggu kemarin, tim Kejagung menyita sejumlah mobi, sepeda motor, dan sepeda di rumahnya.

Tak hanya itu, sejumlah uang tunai dalam pecahan dollar Singapura juga disita.

“Ya, rumahnya yang digeledah, ada tiga mobil derek (Towing) besar, rumahnya Pak Ary disita (digeledah),” kata seorang petugas keamanan yang enggan disebut namanya.

Cerita Tetangga soal Ary Bakri

Ada cerita yang kurang sedap  tentang kepribadian Ary Bakri. 

Menurut pengakuan petugas keamanan, Ary Bakri dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan orang di sekitarnya. Bahkan, ia sering melaju kencang dengan mobil mewahnya tanpa peduli lingkungan yang ramai.

“Pak Ary sama anak buahnya, ngebut masuk kompleks, pakai mobil mewahnya. Padahal di sini banyak warga, takut ada yang nyebrang anak-anak,” ujarnya.

“Enggak ada senyumnya, enggak ada sapanya,” sambung dia.

Petugas ini pun mengingat momen Lebaran tahun ini, dimana dia bersama rekan-rekannya sempat dibentak-bentak oleh Ary Bakri lantaran menyampaikan surat iuran, melalui sopirnya.

“Dibentak-bentak keamanan di sini, ‘jagoan minta-minta THR’,“ ungkap petugas itu menceritakan momen tersebut.

Kisah ini semakin dramatis dengan adanya cerita dari warga sekitar yang tak menyangka jika Ary Bakri, yang tampaknya hidup dalam kemewahan, ternyata terlibat dalam kasus suap sebesar Rp60 miliar. 

Warga yang terkejut mengaku baru mengetahui keterlibatannya setelah melihat pemberitaan di televisi.

Petugas itu juga menceritakan jika Ketua RT setempat sempat kaget dengan peristiwa penggeledahan rumah Ary Bakri. Sebab, Ketua RT baru menjabat selama kurang lebih tiga bulan.

“Pusing, baru juga menjabat jadi ada masalah begini,” ujarnya menceritakan penggeledahan itu.

Seorang warga sekitar yang ditemui Tribunnews pun mengaku kaget dengan keterlibatan Ary Bakri dalam kasus suap perkara CPO ini. 

Bahkan, warga itu mengaku baru mengetahui kasus ini dari siaran Televisi.

“Disini warga pada bertanya-tanya, Pak Ary korupsi? Pak Ary Korupsi?. Mobil sama motornya disita,” ujar salah seorang warga itu.

Rumah Ary Bakri di Pulo Gadung

Tak hanya di Pulo Gadung Jakarta Timur, Ary Bakri juga dikabarkan memiliki rumah mewah lainnya di kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat. 

Rumah berlantai tiga ini, yang kerap dipamerkan di akun media sosialnya, ternyata menyimpan koleksi mobil mewah yang tak lagi terlihat pasca-penggeledahan.

Tribunnews pun menelusuri keberadaan rumah tersebut. Didapati, rumah tersebut berada di Jalan Mendut No 11D, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat.

Rumah yang kerap diunggah oleh Ary Bakri ini berada di huk, dengan tiga (lantai).

Nuansa putih dengan tembok bagian depan berhias keramik batu alam menghiasi rumah itu dari depan. Ada hiasan Candi juga terlihat berada di dalam rumah. 

Terlihat, tak ada aktivitas yang mencolok dari lingkungan rumah. Hanya terlihat 2 orang penjaga rumah yang sedang berada di halaman teras. 1 pria dan 1 wanita. 

Wanita yang mengenakan baju merah terus mengawasi setiap tamu maupun orang-orang yang lewat di depan rumah.

Mereka terlihat duduk di kursi persis di depan pintu gerbang utama.

Sesekali, mereka ikut mengajak main dan mengawasi anjing berwarna putih.

Sementara, tidak terlihat lagi jejeran mobil mewah yang terparkir di rumah mewah tersebut. Padahal, Ary Bakri kerap mengunggah mobil mewah miliknya di rumah tersebut.

Terlihat hanya ada aktivitas penjaga rumah yang keluar masuk dan membukakan pintu saat pekerja lainnya hendak masuk ke dalam rumah.

 

(tribun-medan.com/tribunnews.com)

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul SOSOK Ariyanto Bakri, Pengacara Bergaya Hidup Mewah yang Terseret Dugaan Suap Kasus Ekspor CPO

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved