Mahasiswa UNG Hanyut
Pihak UNG Gorontalo Tanggung Biaya Pengobatan Mahasiswa Teknik Geologi Korban Bencana Air Bah
Pihak Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menanggung seluruh biaya pengobatan dan penanganan bagi mahasiswa Teknik Geologi korban bencana air bah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Rektor-UNG-Eduart-Wolok.jpg)
(Nurfiska/Mawar/Inayah/Mawar/Peserta Magang dari UNG)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pihak Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menanggung seluruh biaya pengobatan dan penanganan bagi mahasiswa Teknik Geologi korban bencana air bah di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Musibah yang menewaskan tiga mahasiswa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan civitas akademika UNG.
Rektor UNG, Eduart Wolok menyampaikan belasungkawa atas kejadian nahas yang menimpa 10 mahasiswa Teknik Geologi angkatan 2022 tersebut.
Eduart mengatakan pihaknya bersedia menanggung biaya pengobatan, evakuasi, dan penanganan psikologis bagi para korban.
“Kami tidak menginginkan ini terjadi. Tidak ada yang menginginkan. Ini di luar dugaan kami. Anak-anak kami sudah tiga minggu berada di lokasi, dan kemarin terjadi kejadian yang sangat tidak kami harapkan," jelas Rektor Eduart seusai menjenguk salah satu mahasiswa di RSUD Aloei Saboe Kota Gorontalo, Rabu
UNG juga berkomitmen untuk mengevaluasi secara mendalam seluruh program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Termasuk aspek keamanan dan pengawasan di lapangan, guna memastikan keselamatan mahasiswa di masa mendatang.
Kronologi
Diketahui para korban merupakan mahasiswa Teknik Geologi angkatan 2022 UNG yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango.
Insiden berawal ketika 10 mahasiswa melakukan pemetaan di area pegunungan Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, pada Selasa (15/4/2025) sekitar pukul 10.00 Wita.
Setelah itu, mereka turun sekitar pukul 16.00 Wita.
Namun tiba-tiba mereka diterjang air bah. Para mahasiswa itu terseret arus.
Beberapa di antaranya tertahan di bebatuan. Sementara empat mahasiswa jatuh ke bawah.
Hal ini dijelaskan oleh Kepala Pusat Studi KKN, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPPM) Universitas Negeri Gorontalo, Rosbin Pakaya, Selasa (15/4/2025) malam.
"Setelah melakukan pemetaan (di gunung), mereka turun sekitar jam 3 atau jam 4 sore," kata Rosbin melalui videobyang diterima TribunGorontalo.com.
"Tiba-tiba ketika mereka turun itu ada air bah yang tiba-tiba menghantam mereka," ungkapnya.
Berikut identitas mahasiswa yang meninggal dunia:
1. Nama : Sri Magferah Mamonto
Umur : 21 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Mahasiswa UNG Fakultas MIPA
Alamat : Desa Tadoi, Kecamatan Inobonto, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara
2. Nama : Alfateha Ahdania Ahmadi
Umur : 21 tahun
Pekerjaan : Mahasiswa UNG Fakultas MIPA
Alamat : Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara
3. Nama : Regina Malaka
Umur : 21 Tahun
Pekerjaan : Mahasiswa UNG Fakultas MIPA
Alamat : Desa Taduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo
Ketiga mahasiswa ini pun dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing untuk disemayamkan.
7 mahasiswa selamat
Mereka adalah Fiqri Fariz K Pakaya, warga Kuala Besar, Kecamatan Paleleh, Sulawesi Tengah, dan Risman Ahmad, warga Taliabu, Maluku Utara.
Sementara itu, lima mahasiswa berhasil dievakuasi dari pegunungan, yakni:
1. Sukirman Satar, warga Kambani, Sulawesi Tengah
2. Nirmawati Musa, warga Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo
3. Lisda B Laindjong, warga Dutuno, Buol, Sulawesi Tengah
4. Ahmad Firli Aprilio Mamonto, warga Upay, Kotamobagu
5. Alif Rahmat Sandhi, warga Isimu, Gorontalo.
(TribunGorontalo.com/Peserta Magang)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.