Selasa, 17 Maret 2026

Mahasiswa UNG Hanyut

Pihak UNG Gorontalo Tanggung Biaya Pengobatan Mahasiswa Teknik Geologi Korban Bencana Air Bah

Pihak Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menanggung seluruh biaya pengobatan dan penanganan bagi mahasiswa Teknik Geologi korban bencana air bah

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Pihak UNG Gorontalo Tanggung Biaya Pengobatan Mahasiswa Teknik Geologi Korban Bencana Air Bah
Sri Yolanda Tangahu/Peserta Magang dari Universitas Negeri Gorontalo
UCAPAN BELASUNGKAWA - Potret Rektor UNG Eduart Wolok saat ditemui awak media, Rabu (16/4/2025). Rektor menyampaikan duka mendalam terhadap mahasiswa korban bencana air bah. 

(Nurfiska/Mawar/Inayah/Mawar/Peserta Magang dari UNG)

TRIBUNGORONTALO.COM – Pihak Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menanggung seluruh biaya pengobatan dan penanganan bagi mahasiswa Teknik Geologi korban bencana air bah di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Musibah yang menewaskan tiga mahasiswa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan civitas akademika UNG.

Rektor UNG, Eduart Wolok menyampaikan belasungkawa atas kejadian nahas yang menimpa 10 mahasiswa Teknik Geologi angkatan 2022 tersebut.

Eduart mengatakan pihaknya bersedia menanggung biaya pengobatan, evakuasi, dan penanganan psikologis bagi para korban.

“Kami tidak menginginkan ini terjadi. Tidak ada yang menginginkan. Ini di luar dugaan kami. Anak-anak kami sudah tiga minggu berada di lokasi, dan kemarin terjadi kejadian yang sangat tidak kami harapkan," jelas Rektor Eduart seusai menjenguk salah satu mahasiswa di RSUD Aloei Saboe Kota Gorontalo, Rabu 

UNG juga berkomitmen untuk mengevaluasi secara mendalam seluruh program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Termasuk aspek keamanan dan pengawasan di lapangan, guna memastikan keselamatan mahasiswa di masa mendatang.

Kronologi

Diketahui para korban merupakan mahasiswa Teknik Geologi angkatan 2022 UNG yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango.

Insiden berawal ketika 10 mahasiswa melakukan pemetaan di area pegunungan Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, pada Selasa (15/4/2025) sekitar pukul 10.00 Wita.

Setelah itu, mereka turun sekitar pukul 16.00 Wita.

Namun tiba-tiba mereka diterjang air bah. Para mahasiswa itu terseret arus.

Beberapa di antaranya tertahan di bebatuan. Sementara empat mahasiswa jatuh ke bawah.

Hal ini dijelaskan oleh Kepala Pusat Studi KKN, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPPM) Universitas Negeri Gorontalo, Rosbin Pakaya, Selasa (15/4/2025) malam.

"Setelah melakukan pemetaan (di gunung), mereka turun sekitar jam 3 atau jam 4 sore," kata Rosbin melalui videobyang diterima TribunGorontalo.com.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved