Longsor di Boalemo
Perumdam Tirta Boalemo Distribusi Air Bersih di Tiga Kecamatan, Gegara Jalur Air Tertimbun Longsor
Suplai air bersih dari Perumdam Tirta Boalemo mengalami gangguan dan berdampak pada tiga kecamatan, yakni Tilamuta, Dulupi, dan Paguyaman Pantai.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Air-Perumdam-Boalemo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Boalemo selama beberapa hari terakhir menyebabkan terjadinya longsor di sejumlah titik jalur distribusi air milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Boalemo.
Material longsor berupa batu dan pasir menimbun saluran utama menuju tempat penampungan air bersih.
Akibatnya, suplai air bersih dari Perumdam Tirta Boalemo mengalami gangguan dan berdampak pada tiga kecamatan, yakni Tilamuta, Dulupi, dan Paguyaman Pantai.
Gangguan distribusi ini sempat menyebabkan padamnya aliran air bersih selama beberapa jam.
Plt Direktur Perumdam Tirta Boalemo, Haryono Bokingo, mengonfirmasi bahwa pemadaman air bersih sempat berlangsung selama 7 hingga 8 jam dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga: Sosok Rifcha Paisal Mahasiswi UNG Asal Buol, Badan Mungil Nyali Daredevil
Hal ini terjadi karena jalur utama terhambat material longsor yang cukup berat.
“Air sempat mati selama 7 sampai 8 jam karena aliran dari sumber air menuju penampungan tertimbun longsor. Tapi sekarang aliran sudah kembali aktif di sebagian besar wilayah,” kata Haryono saat diwawancarai, Rabu (16/4/2025).
Meskipun aliran air telah kembali diaktifkan, beberapa wilayah masih mengalami kendala distribusi. Salah satunya terjadi di Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta, yang hingga saat ini belum mendapat aliran air secara normal.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihak Perumdam Tirta Boalemo menurunkan truk tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah yang terdampak.
Bantuan air bersih ini didistribusikan ini secara berkala agar warga tetap memiliki akses terhadap air bersih.
Haryono menyebut, pihaknya terus berupaya mempercepat proses pembersihan jalur air dari material longsor.
Sejumlah tim teknis telah diturunkan ke lapangan untuk membersihkan jalur yang tertimbun di beberapa titik.
“Kami kerahkan seluruh personel teknis untuk percepatan pembersihan. Harapannya, aliran air bisa kembali normal ke semua wilayah dalam waktu dekat,” ujar Haryono.
Selain berdampak pada pemukiman warga, gangguan distribusi air juga dirasakan oleh instansi pemerintah.
Salah satu yang terdampak adalah Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 1316 Boalemo.