Mahasiswa UNG Hanyut
Kondisi Fiqri Fariz Pakaya Diungkap sang Ayah, Belum Bisa Makan Pascabencana Air Bah
Kondisi Fiqri Fariz Pakaya (21) diungkap ayah kandungnya, Kisman Pakaya. Menurut Kisman, Fiqri belum bisa memakan makanan berat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kisman-Pakaya-curhat-soal-kondisi-anaknya.jpg)
Pihak kampus juga menyatakan akan melakukan pendampingan psikologis bagi para mahasiswa korban bencana air bah.
Langkah penarikan sementara mahasiswa KKN dari Desa Dunggilata sebagai bentuk mitigasi.
Tragedi ini memicu evaluasi internal di UNG, khususnya soal pengawasan kegiatan lapangan mahasiswa. Eduart menyampaikan bahwa pengawasan KKN akan diperketat ke depan.
“Kejadian ini menjadi peringatan keras, kami akan lebih selektif dalam penempatan dan pengawasan kegiatan mahasiswa di lapangan,” tegasnya.
Baca juga: Duka Mendalam Rektor UNG Eduart Wolok untuk Mahasiswa Teknik Geologi Korban Bencana Air Bah
Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Eduart Wolok, menyatakan duka mendalam atas 10 mahasiswa yang menjadi korban bencana alam di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Menurut Eduart, pihak Civitas UNG sangat menyesali atas kejadian yang menimpa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tersebut.
"Terima kasih atas empati yang diberikan kepada teman-teman yang mengalami bencana alam kemarin. Kita ketahui bersama bahwa mahasiswa anak-anak kami yang ketimpa musibah bencana kemarin itu adalah bagian dari mahasiswa KKN di Kecamatan Bulawa Kabupaten Bone Bolango," ungkap Rektor saat ditemui awak media, Rabu (16/4/2025).
Eduart menyebut pihaknya akan mengambil pelajaran atas insiden ini.
"Kita sebagai institusi pendidikan, kita harus mengambil hikmah, termasuk bagaimana membuat kegiatan KKN ke depan harus lebih memperhatikan keselamatan mahasiswa khususnya saat berkegiatan di lapangan," katanya.
UNG juga akan memberikan dukungan moril dan materil kepada mahasiswa korban bencana alam.
"Kita melakukan support apa yang kita bisa lakukan, yang kita rawat di rumah sakit itu akan menjadi komitmen lembaga, untuk selama rehabilitasi maupun setelah rehabilitasi tetap harus kita perhatikan," ungkap Rektor.
Adapun tiga mahasiswa yang meninggal dunia telah dikebumikan di masing-masing rumah keluarga mereka yakni Marisa, Inobonto, dan Ratatotok.
Rektor UNG berencana mengikuti takziah di rumah duka.
"Kita merasakan duka yang mendalam karena bagaimana pun juga ini adalah anak-anak terbaik kami, dan kehilangan mereka bukanlah salah satu yang mudah," jelas dia.
Eduart juga menjenguk mahasiswa yang selamat dari bencana air bah.