Mahasiswa UNG Hanyut
Duka Mendalam Rektor UNG Eduart Wolok untuk Mahasiswa Teknik Geologi Korban Bencana Air Bah
Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Eduart Wolok, menyatakan duka mendalam atas 10 mahasiswa UNG
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Rektor-UNG-Eduart-Wolok.jpg)
(Laporan: Sri Yolanda/Peserta Magang dari Universitas Negeri Gorontalo)
TRIBUNGORONTALO.COM – Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Eduart Wolok, menyatakan duka mendalam atas 10 mahasiswa yang menjadi korban bencana alam di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Menurut Eduart, pihak Civitas UNG sangat menyesali atas kejadian yang menimpa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tersebut.
"Terima kasih atas empati yang diberikan kepada teman-teman yang mengalami bencana alam kemarin. Kita ketahui bersama bahwa mahasiswa anak-anak kami yang ketimpa musibah bencana kemarin itu adalah bagian dari mahasiswa KKN di Kecamatan Bulawa Kabupaten Bone Bolango," ungkap Rektor saat ditemui awak media, Rabu (16/4/2025).
Eduart menyebut pihaknya akan mengambil pelajaran atas insiden ini.
"Kita sebagai institusi pendidikan, kita harus mengambil hikmah, termasuk bagaimana membuat kegiatan KKN ke depan harus lebih memperhatikan keselamatan mahasiswa khususnya saat berkegiatan di lapangan," katanya.
UNG juga akan memberikan dukungan moril dan materil kepada mahasiswa korban bencana alam.
"Kita melakukan support apa yang kita bisa lakukan, yang kita rawat di rumah sakit itu akan menjadi komitmen lembaga, untuk selama rehabilitasi maupun setelah rehabilitasi tetap harus kita perhatikan," ungkap Rektor.
Adapun tiga mahasiswa yang meninggal dunia telah dikebumikan di masing-masing rumah keluarga mereka yakni Marisa, Inobonto, dan Ratatotok.
Rektor UNG berencana mengikuti takziah di rumah duka.
"Kita merasakan duka yang mendalam karena bagaimana pun juga ini adalah anak-anak terbaik kami, dan kehilangan mereka bukanlah salah satu yang mudah," jelas dia.
Eduart juga menjenguk mahasiswa yang selamat dari bencana air bah.
"Kita ingin memastikan bahwa mereka dalam kondisi yang baik dan mendapatkan perawatan yang tepat," bebernya.
Rektor UNG berharap dapat meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan mahasiswa saat melakukan kegiatan KKN di lapangan.
"Kita tidak ingin kejadian seperti ini terjadi lagi, dan kita harus memastikan bahwa mahasiswa kita aman dan selamat saat melakukan kegiatan KKN," pungkasnya.
Kronologi
Diketahui para korban merupakan mahasiswa Teknik Geologi angkatan 2022 UNG yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango.
Insiden berawal ketika 10 mahasiswa melakukan pemetaan di area pegunungan Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, pada Selasa (15/4/2025) sekitar pukul 10.00 Wita.
Setelah itu, mereka turun sekitar pukul 16.00 Wita.
Namun tiba-tiba mereka diterjang air bah. Para mahasiswa itu terseret arus.
Beberapa di antaranya tertahan di bebatuan. Sementara empat mahasiswa jatuh ke bawah.
Hal ini dijelaskan oleh Kepala Pusat Studi KKN, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPPM) Universitas Negeri Gorontalo, Rosbin Pakaya, Selasa (15/4/2025) malam.
"Setelah melakukan pemetaan (di gunung), mereka turun sekitar jam 3 atau jam 4 sore," kata Rosbin melalui videobyang diterima TribunGorontalo.com.
"Tiba-tiba ketika mereka turun itu ada air bah yang tiba-tiba menghantam mereka," ungkapnya.
Berikut Identitas mahasiswa yang meninggal dunia
1. Nama : Sri Magferah Mamonto
Umur : 21 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Mahasiswa UNG Fakultas MIPA
Alamat : Desa Tadoi, Kecamatan Inobonto, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara
2. Nama : Alfateha Ahdania Ahmadi
Umur : 21 tahun
Pekerjaa : Mahasiswa UNG Fakultas MIPA
Alamat : Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara
3. Nama : Regina Malaka
Umur : 21 Tahun
Pekerjaan : Mahasiswa UNG Fakultas MIPA
Alamat : Desa Taduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo
Ketiga mahasiswa ini pun dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing untuk disemayamkan.
7 mahasiswa selamat
Mereka adalah Fiqri Fariz K Pakaya, warga Kuala Besar, Kecamatan Paleleh, Sulawesi Tengah, dan Risman Ahmad, warga Taliabu, Maluku Utara.
Sementara itu, lima mahasiswa berhasil dievakuasi dari pegunungan, yakni:
1. Sukirman Satar, warga Kambani, Sulawesi Tengah
2. Nirmawati Musa, warga Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo
3. Lisda B Laindjong, warga Dutuno, Buol, Sulawesi Tengah
4. Ahmad Firli Aprilio Mamonto, warga Upay, Kotamobagu
5. Alif Rahmat Sandhi, warga Isimu, Gorontalo.
(TribunGorontalo.com/Peserta Magang)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.