Kamis, 19 Maret 2026

Demo BSG Gorontalo

BREAKING NEWS: Kantor Wilayah Bank SulutGo di Gorontalo Disegel Pedemo, Tulisan 'BSG' Dihapus

Kantor Wilayah Bank SulutGo (BSG) di Jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo, digeruduk sejumlah massa pada Rabu (16/4/2025).

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS: Kantor Wilayah Bank SulutGo di Gorontalo Disegel Pedemo, Tulisan 'BSG' Dihapus
FOTO: Nur Fiska Rahma, TribunGorontalo.com
GERUDUK BSG - Sejumlah warga tergabung dalam paguyuban Gorontalo demo di kantor wilayah Bank SulutGo Gorontalo, Rabu (16/4/2024). FOTO: Nur Fiska Rahma, TribunGorontalo.com 

Reporter: Nurfiska Rahman, Mahasiswa Magang

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kantor Wilayah Bank SulutGo (BSG) di Jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo, digeruduk sejumlah massa pada Rabu (16/4/2025).

Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung panas dengan pembakaran ban dan coretan protes di fasilitas ATM milik BSG.

Massa yang tergabung dalam Forum Aliansi Paguyuban se-Gorontalo itu menyampaikan kekecewaan mereka terhadap pimpinan Bank SulutGo, yang dinilai telah melecehkan masyarakat Gorontalo.

Sambil membentangkan spanduk dan meneriakkan yel-yel “Boikot BSG!”, massa meminta agar pemerintah daerah tidak bersikap lunak atas kedatangan Direktur Utama Bank SulutGo ke Gorontalo.

Salah satu warga bahkan menutup tulisan “BSG” di mesin ATM sebagai bentuk protes simbolik atas perlakuan yang dianggap tidak menghargai daerah.

"Apa yang dilakukan para petinggi BSG itu sudah sangat melecehkan Gorontalo. Kami tidak terima!" teriak salah satu orator dalam aksi tersebut.

Mereka mendesak seluruh kepala daerah di Gorontalo untuk bersatu mengambil sikap tegas.

Menurut informasi yang dihimpun, seluruh bupati se-Gorontalo sebelumnya telah menyatakan ketidakpuasan terhadap manajemen BSG.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Bank SulutGo maupun pemerintah provinsi terkait aksi tersebut.

Kedatangan Dirut BSG ke Gorontalo

Sebelumnya Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menerima kunjungan Direktur Utama Bank SulutGo (BSG) beserta jajarannya di rumah dinas Wali Kota Gorontalo, pada Rabu (10/4/2025) sore.

Pertemuan yang berlangsung selama sekitar 15 menit itu diwarnai dengan sejumlah penawaran dari pihak BSG.

Adhan Dambea lantas ditawari posisi Komisaris dan Direksi untuk perwakilan Gorontalo.

“Dirut BSG datang menawarkan penambahan satu Komisaris dan satu Direksi. Jadi total menjadi 6, karena sebelumnya masing-masing 5. Mereka minta dua nama dari Gorontalo untuk dimasukkan,” ujar Adhan Dambea seusai pertemuan, Selasa.

Wali Kota Gorontalo itu menegaskan bahwa dirinya tidak mempersoalkan calon pimpinan BSG.

“Bagi saya siapa pun boleh, yang penting punya kemampuan di bidang Perbankan,” tegasnya.

Adhan juga menekankan Pemerintah Kota Gorontalo belum menandatangani MoU dengan bank selain BSG.

Oleh karena itu, ia berencana berkomunikasi dengan para bupati sebelum mengambil keputusan final.

“Saya bilang ke BSG tadi, ini bukan hanya masalah saya tapi juga menyangkut daerah lain. Saya akan bicara dengan bupati-bupati lainnya. Kita akan bahas bersama,” ungkapnya.

Meski begitu, Adhan tak menutup pintu sepenuhnya terhadap tawaran BSG. 

Ia menyebut, Pemerintah Kota Gorontalo akan mengkaji semua usulan yang disampaikan pihak BSG.

“Kami masih akan kaji dulu apakah tawaran itu benar-benar menguntungkan bagi daerah. Terutama yang berkaitan dengan dana pemerintah kota yang saat ini ditempatkan di BSG,” tambahnya.

Dalam pertemuan itu, Adhan juga menyampaikan kekecewaan mendalam atas perlakuan BSG terhadap Provinsi Gorontalo.

“Masalahnya bukan cuma soal hasil RUPS, tapi lebih dalam soal penghargaan terhadap masyarakat Gorontalo. Saya sampaikan langsung, ini bentuk pelecehan,” beber Adhan.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea sempat menyatakan sikap akan menarik seluruh dana milik Pemerintah Kota Gorontalo dari Bank SulutGo (BSG).

Adapun penarikan dana akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari anggaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Seluruh dana Pemkot yang ada di BSG akan kami tarik, dan yang pertama kami tarik adalah dana TPP,” ujar Adhan kepada TribunGorontalo.com, Kamis (10/4/2025).

Adhan menyebut rencana ini akan dibahas bersama DPRD Kota Gorontalo.

“Kami akan duduk bersama DPRD untuk menentukan bank mana yang paling tepat dan aman untuk menampung dana milik Pemkot. Ini harus dipikirkan secara matang,” jelasnya.

Kebijakan Wali Kota Gorontalo ini merupakan bentuk kekecewaan pemerintah daerah terhadap hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 9 April 2025.

Adhan menegaskan, kebijakan ini bukan semata-mata emosional tetapi berdasarkan pertimbangan rasional untuk kepentingan keuangan daerah dan transparansi pengelolaan dana publik.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved