Remaja Gorontalo Jatuh di Jembatan
Keluarga Bantah Tudingan Salsabilah Ibrahim Minum Miras sebelum Jatuh di Jembatan Potanga Gorontalo
Pihak keluarga Salsabilah Ibrahim (17) membantah tudingan yang menyudutkan korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/keluarga-Salsabilah-Ibrahim.jpg)
Lima menit berselang, pacarnya menyusul.
"Berdasarkan keterangan pacar korban, saat ia tiba di Jembatan Potanga, korban sudah melompat ke sungai," kata AKP Pomil.
Namun, polisi belum bisa memastikan apakah korban bunuh diri atau ada unsur lain dalam insiden ini.
Dalam pemeriksaan, pacar korban menyebut Salsabilah punya masalah dengan keluarganya.
Sementara dari saksi lain, korban justru sempat mengaku sedang bermasalah dengan pacarnya.
"Proses penyelidikan masih terus berlangsung. Saat ini kita juga menunggu rekaman CCTV di sekitar TKP untuk menguatkan kronologi yang ada," tutur Pomil.
Baca juga: Terungkap Penyebab Remaja Gorontalo Jatuh di Jembatan Potanga, Salsabilah Sempat Curhat dengan Teman
Awal kejadian
Salsabilah Ibrahim terjatuh di Jembatan Potanga, Jalan Raya Eyato, Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.
Insiden ini terjadi sekira pukul 00.00 Wita, Senin (14/4/2025).
Menurut Marten Abdullah, sepupu korban, Salsabilah keluar rumah usai dijemput pacarnya.
"Sekitar jam 12 malam, cowoknya bilang korban terpeleset di Jembatan Potanga," ungkap Marten kepada TribunGorontalo.com, Senin.
Pihak keluarga merasa ada banyak yang janggal saat kejadian tersebut sehingga langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Kota Barat.
Berdasarkan penelusuran TribunGorontalo.com di lokasi, sejumlah warga mendengar informasi bahwa korban sempat lari-lari di sekitar jembatan berteriak minta tolong.
Namun karena hanya masalah pacaran, warga sekitar tidak begitu menggubris teriakan korban.
Baru setelah mengetahui ada wanita jatuh ke sungai, ingatan mereka langsung kepada suara teriakan tersebut.
Adapun orang tua dan nenek korban sangat terpukul.
Mereka masih menunggu kabar baik dari Basarnas Gorontalo.
Basarnas Gorontalo hingga sekarang masih menyusuri Sungai Bulango tempat korban terakhir kali terlihat.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)