TribunHIS
Rizal Eyato Belajar Otodidak dari Youtube Bikin Pupuk Sisa Pisang yang Tak Laku Dijual
Setiap hari sejak pagi hingga malam, Rizal Eyato menjaga lapaknya di Pasar Liluwo, Kota Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/HIS-PEDAGANG-Kisah-inspirasi-datang-dari-Rizal-Eyato-salah-satu-pedagang-di-Pasar-Liluwo.jpg)
Begitu pula dengan pupuk fermentasi yang dijualnya, dengan harga Rp15 ribu untuk botol kecil dan Rp25 ribu untuk botol besar.
“Pupuk ini semakin lama difermentasi itu lebih baik,” ujarnya.
Manfaat pupuk tersebut, menurutnya, khusus untuk batang dan daun tanaman.
Rizal terus memproduksi pupuk dan bibit ini sambil tetap menjaga lapak buahnya di pasar.
Hingga kini, ia belum menerima bantuan apapun dari pemerintah. Ia berharap ada perhatian, setidaknya untuk mendukung usaha kecil seperti yang ia jalani.
“Belum ada bantuan. Saya berharap semoga pemerintah bisa memberikan bantuan kepada kami para pedagang ini,” harapnya.
(*)