Pemkab Gorontalo Jadi Mitra Mandiri
BREAKING NEWS: Bank Mandiri Bakal Jadi Mitra Pemkab Gorontalo, Zainudin Amali Akan Temui Sofyan Puhi
Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri, Zainudin Amali mengungkapkan dirinya telah berkomunikasi dengan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengenai rencana ini
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/160223-Zainudin-Amali.jpg)
Menurut Sofyan, keputusan menghilangkan representasi Gorontalo di jajaran komisaris merupakan bentuk pengabaian terhadap kontribusi dan kepentingan daerah.
“Berarti ini kan penghilangan orang Gorontalo di (jajaran) komisaris,” jelas Sofyan.
Untuk ajaran direksi, dirinya tidak mempermasalahkan jika tidak ada nama dari Gorontalo, mengingat masa jabatan direksi saat ini baru berakhir pada 2026.
Namun untuk posisi komisaris, kata dia, seharusnya masih bisa dibahas bersama.
Pasalnya, dalam RUPS, pimpinan rapat yang juga Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, langsung menyodorkan nama-nama baru tanpa memberi ruang bagi representasi Provinsi Gorontalo.
“Komisaris pun sebenarnya masa jabatannya belum habis, tapi tiba-tiba sudah ada nama-nama baru yang langsung disodorkan oleh pimpinan rapat,” bebernya.
Atas keputusan tersebut, Sofyan menyatakan bahwa dana milik Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang selama ini ditempatkan di Bank SulutGo akan segera ditarik.
“Ya karena kita (Gorontalo) tidak dianggap,” tegas Sofyan.
Baca juga: Kisruh RUPS Bank SulutGo, Adhan Dambea hingga Rum Pagau Inisiasi Bentuk Bank Daerah Gorontalo
Ia mengungkapkan bahwa tidak hanya Pemkab Gorontalo yang bersikap demikian. Pemkab Boalemo dan Pemerintah Kota Gorontalo juga telah menyatakan sikap serupa.
“Ketika kita tidak dianggap, maka kita bersepakat: kalau begitu, kita tarik penyertaan modal kita di BSG,” kata Sofyan.
Saat ini, pihaknya masih menunggu sikap dari Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, dan Bupati Pohuwato, serta juga Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam hal ini Gubernur Gusnar Ismail.
“Tapi intinya, tiga daerah tadi sudah bersepakat,” ucap Sofyan.
Ia juga menegaskan bahwa hasil RUPS yang digelar siang tadi ditolak mentah-mentah oleh pihaknya. Bahkan sebelum rapat selesai, mereka telah memilih untuk keluar ruangan (walk out).
Hal itu terjadi karena perwakilan dari Gorontalo belum diberikan kesempatan menyampaikan usulan nama, namun pimpinan rapat sudah lebih dulu menyodorkan nama-nama yang telah ditentukan.
“Kita belum sampai di sana (tahapan pengusulan nama). Tapi tiba-tiba sudah ada nama. Kita coba minta masukan, tapi ditolak,” pungkas Sofyan.