Jurnalis Wanita Dibunuh
Jumran Anggota TNI AL Diduga Pakai Kaus Tangan saat Bunuh Juwita, Bikin Skenario Kecelakaan Motor
Jumran, sosok TNI AL memakai kaus tangan saat membunuh Juwita. Hal ini disampaikan langsung oleh kuasa hukum keluarga Juwita, Muhammad Pazri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Kuasa-hukum-keluarga-Juwita-MuhammadPazri-membeberkan-proses-hukum-pembunuhan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Jumran, sosok TNI AL memakai kaus tangan saat membunuh Juwita.
Hal ini disampaikan langsung oleh kuasa hukum keluarga Juwita, Muhammad Pazri.
Pazri menduga Jumran telah merencanakan pembunuhan Juwita secara matang.
Pasalnya, oknum TNI yang bertugas di Balikpapan itu rela datang ke Banjarbaru. Ia sengaja memesan tiket menggunakan nama orang lain.
Mengutip pemberitaan Kompas.com, Senin (8/4/2025), Jumran singgah membeli sarung tangan dan menyewa mobil.
"Mulai dari pemesanan tiket oleh pelaku dan penggunaan sarung tangan saat eksekusi," ujar Pazri kepada wartawan, Senin.
Selain itu, menurut dia, setelah memastikan Juwita tewas usai dipiting dan dicekik, Jumran berupaya menghilangkan sidik jarinya dan membuat skenario agar Juwita tampak tewas karena kecelakaan.
"Ia juga membeli air untuk menghapus sidik jari. Bahkan pelaku sempat merekayasa kejadian agar tampak seperti kecelakaan," ujar Pazri.
Tak diungkapkannya adanya dugaan pemerkosaan dalam proses rekonstruksi yang digelar POM AL pada Sabtu (5/4/2025), Pazri mengatakan akan terus mengupayakan proses tes deoxyribonucleic acid atau DNA.
Menurut Pazri, tes DNA penting dilakukan setelah ditemukan adanya cairan sperma di tubuh Juwita berdasarkan hasil forensik.
"Saat ini sudah dalam proses. Rencananya dokter forensik akan tersedia pada tanggal 10 atau 11 bulan ini, kemudian sampel akan dikirim ke Jakarta. Kita akan kawal bersama hasilnya nanti,” ucap Pazri.
Cara Jumran Hapus Jejak
Terungkap dalam rekonstruksi bahwa oknum TNI AL berusaha menghilangkan jejak usai bunuh jurnalis Juwita.
Sebab setelah melakukan aksi pembunuhan terhadap Juwita, oknum TNI AL merekayasa seolah kematian korban karena kecelakaan.
Disamping itu, oknum TNI AL sempat mencuci motor korban terlebih dahulu untuk menghilangkan sidik jari miliknya.