RUPS BSG
Jelang RUPS BSG, Akademisi Nilai Tudingan Nepotisme ke Gubernur Gorontalo Terlalu Dini
Percakapan publik cepat bergulir, sebagian dengan nada curiga, sebagian lagi menyimpan tanya: benarkah prosesnya sarat kepentingan keluarga?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/AKADEMISI-SOAL-RUPS-Parmin-Ishak-Dekan-Fakultas-Ekonomi-Universitas-Ichsan-Gorontalo-Utara.jpg)
Lebih lanjut, Parmin mengingatkan bahaya jika ruang publik dipenuhi oleh opini yang dibentuk berdasarkan dugaan dan emosi, bukan fakta.
Ia menilai bahwa serangan semacam ini cenderung politis dan bisa merusak kredibilitas institusi keuangan publik seperti Bank SulutGo.
“Bank ini mengelola kepercayaan masyarakat. Kredibilitasnya harus dijaga, bukan dijadikan alat serang,” katanya.
Parmin juga menekankan pentingnya membedakan antara kritik yang konstruktif dan serangan yang bermuatan politis.
Menurutnya, publik memiliki hak untuk bertanya, namun harus tetap berpegang pada data dan prosedur yang ada.
“Kalau kita terus mempertanyakan niat seseorang tanpa memberi ruang pada proses, itu justru mengabaikan prinsip keadilan,” ujarnya.
Ia mengajak semua pihak untuk menahan diri dan memberi waktu kepada proses formal berjalan sebagaimana mestinya.
Ia yakin bahwa sistem seleksi yang berlaku di Bank SulutGo, terutama keterlibatan OJK, cukup kuat untuk menyaring calon-calon yang layak.
“Saya percaya, kalau prosesnya diikuti dengan benar, maka hasilnya juga akan adil. Dan kita sebagai masyarakat, tugas kita adalah mengawasi dengan akal sehat, bukan prasangka,” tutup Parmin. (*)