Ketupat Gorontalo
Sampe Disorot Bupati, Ternyata Kebiasaan Ini yang Bikin Tradisi Ketupat Gorontalo Mulai Melenceng
Ia menilai, tradisi tahunan yang diwariskan para leluhur itu mulai "melenceng" akibat berbagai kebiasaan baru yang muncul dalam perayaannya.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BUPATI-GORONTALO-Bupati-H-Sofyan-Puhi-menghadiri-Doa-Bado-Ketupat.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Perayaan Lebaran Ketupat di Kabupaten Gorontalo tahun ini disoroti Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi.
Ia menilai, tradisi tahunan yang diwariskan para leluhur itu mulai "melenceng" akibat berbagai kebiasaan baru yang muncul dalam perayaannya.
Hal ini disampaikan Sofyan Puhi saat menghadiri acara doa bersama momentum Lebaran Ketupat di Masjid Al-Muttaqin, Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Senin (7/4/2025).
Baca juga: Iring-Iringan Perahu Hias Keliling Perairan Kota Gorontalo saat Lebaran Ketupat 2025
Menurut Sofyan, berbagai tantangan zaman modern membuat perayaan ketupat kini diwarnai banyak variasi.
Namun beberapa variasi itu tak sepenuhnya sejalan dengan adat istiadat dan nilai-nilai keislaman.
Salah satunya adalah rangkaian acara musik yang dinilainya kurang merepresentasikan nuansa religi.
“(Ada) kegiatan-kegiatan yang sedikit melenceng dari adat istiadat kita, seperti kegiatan musik tidak religi, non Islami,” ujar Sofyan.
Ia menegaskan, tradisi Lebaran Ketupat sudah ada sejak zaman para leluhur, dan harus tetap dijaga keasliannya.
Menurutnya, pembaruan boleh saja dilakukan, tetapi harus tetap berlandaskan nilai religius yang menjadi roh dari tradisi tersebut.
“Bukan berarti kita tidak mengakomodir kepentingan generasi kekinian. Tapi, kita kembalikan pada rohnya. Musik bisa, tapi harus ada nuansa religi,” lanjut Sofyan.
Di sisi lain, perayaan ketupat tahun ini memang terasa berbeda.
Selain doa bersama, kegiatan juga diramaikan dengan berbagai lomba rakyat, termasuk karapan sapi di arena pacuan Desa Yosonegoro, yang bahkan sempat diwarnai insiden kecil saat salah satu peserta terjatuh.
Acara ini turut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli, serta jajaran Forkopimda.
Bupati Sofyan menekankan bahwa ke depan, perayaan tradisi seperti ketupat harus terus dilestarikan, namun dengan penataan yang lebih baik.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat turut menjaga warisan budaya ini agar tidak kehilangan makna utamanya.