Kamis, 5 Maret 2026

Lebaran Ketupat di Leato

Iring-Iringan Perahu Hias Keliling Perairan Kota Gorontalo saat Lebaran Ketupat 2025

Suasana laut di Kota Gorontalo pada momen Lebaran Ketupat 2025 berbeda dari hari biasanya.

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Iring-Iringan Perahu Hias Keliling Perairan Kota Gorontalo saat Lebaran Ketupat 2025
TribunGorontalo.com/Arianto Panambang
LEBARAN KETUPAT - Iring-iringan perahu hias yang menyemarakkan gebyar ketupat di Keluarahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, Senin (7/4/2025). Perahu hias ini berkeliling di perairan Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Suasana laut di Kota Gorontalo pada momen Lebaran Ketupat 2025 berbeda dari hari biasanya.

Perairan yang biasanya tenang, hari ini dipenuhi deru mesin perahu, sorak sorai warga, dan kibaran bendera warna-warni yang menyatu dengan langit cerah.

Puluhan perahu hias berjalan beriringan, membentuk pawai laut.

Baca juga: Wahyumi, Bocah 12 Tahun Hilang Terseret Ombak di Karangpakis, Dua Temannya Berhasil Diselamatkan

Atraksi ini mampu menghipnotis setiap mata yang memandang dari jalan Mayor Dullah, Kecamatan Leato Selatan, Kota Gorontalo.

Iring-iringan ini bermula dari titik awal di pesisir Ololala, Kelurahan Leato Selatan, sebuah kawasan pesisir yang menjadi pusat kemeriahan budaya bahari.

Perahu ini tampil dengan dekorasi unik dan megah. Hiasan janur, kain warna-warni, dan lampu-lampu gantung menghiasi badan perahu.

Baca juga: Update Harga Emas Senin 7 April 2025 di Pegadaian: Ada Antam, UBS dan Galeri24

Salah satu ornamen yang paling mencolok adalah hiu paus, ikan tuna, dan aneka biota laut lainnya berukuran besar.

Ornamen tersebut membuat  sebuah simbol kuat identitas maritim Gorontalo yang kian ditegaskan dalam parade ini.

Tak hanya ornamen, hampir di setiap perahu terpampang tulisan “Torang Bekeng Bae”, sebuah ajakan moral untuk memperbaiki dan membenahi Kota Gorontalo bersama-sama.

Kalimat itu menghiasi badan perahu dengan berbagai gaya huruf, warna, dan desain.

Baca juga: Ridwan Kamil Ancam Bakal Lapor Lisa Mariana Atas Tudingan Pencemaran Nama Baik 

Hal itu menyatu dengan para peserta parade terdiri dari nelayan, tokoh masyarakat, dan pemuda pesisir.

Dari Ololala, perahu-perahu ini mulai bergerak perlahan, menyusuri perairan wisata Kurenai. 

Warga dari berbagai penjuru tumpah ruah di bibir pantai, bahkan memadati tepi dermaga hanya untuk menyaksikan iring-iringan perahu hias.

Perjalanan laut ini tidak berhenti di Kurenai. 

Iring-iringan terus melaju ke arah barat, melintasi Pelabuhan Gorontalo, area Pelindo, hingga melewati titik Tangga Dua Ribu. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved