Berita Kabupaten Boalemo
Bentor Keluar Masuk Bikin Arus Lalu Lintas Area Pasar Tilamuta Gorontalo Macet, Warga Resah
Arus lalu lintas di depan Pasar Tradisional Tilamuta, Kabupaten Boalemo mengalami kemacetan pada Minggu pagi (6/4/2025) pagi.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM – Arus lalu lintas di depan Pasar Tradisional Tilamuta, Kabupaten Boalemo mengalami kemacetan pada Minggu pagi (6/4/2025) pagi.
Penyebab utamanya adalah becak motor (bentor) yang keluar-masuk area pasar.
Kendaraan roda tiga itu mengangkut dan menurunkan penumpang di bahu jalan.
Pantauan di lokasi, antrean kendaraan mengular. Momen ini berlangsung selama beberapa menit.
Namun tak lama berselang, arus lalu lintas kembali macet.
"Macetnya putus nyambung. Tadi saya sempat berhenti hampir lima menit karena ada bentor berhenti di depan," ujar Rahman, pengendara asal Paguyaman, saat ditemui TribunGorontalo.com, Minggu.
Situasi ini juga dirasakan oleh warga sekitar yang merasa terganggu.
“Kita mau nyebrang saja susah karena kendaraan tidak berhenti, belum lagi bentor parkir sembarang,” kata Nurlela, warga Botumoito.
Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Andi Indalan Damai dengan Debt Collector, Mobil Pajero Sport Jatuh ke Jurang
Sementara itu, Jamal sang pengemudi bentor, mengaku terpaksa menepi karena tidak ada lokasi parkir khususr.
“Kalau ada tempat khusus untuk nunggu penumpang, kami juga mau. Tapi sekarang cuma bisa di pinggir jalan, jadi ya kami ikut arus saja,” ujar Jamal.
Menanggapi situasi tersebut, Kepala Bidang Perhubungan pada Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Boalemo, Mustafa Hamsah, mengatakan pihaknya telah menurunkan petugas dari Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) untuk menertibkan lalu lintas.
“Kondisi ini memang rutin terjadi tiap akhir pekan, apalagi menjelang hari besar keagamaan. Kami sudah kerahkan petugas untuk mengatur arus lalu lintas dan menertibkan bentor yang parkir sembarangan,” terang Mustafa.
Adapun penertiban dianggap belum optimal karena lahan parkir di terminal sudah sesak kendaraan pengunjung.
“Lahan parkir di terminal sebenarnya sudah kami arahkan, tapi kapasitasnya terbatas dan sering penuh. Ini jadi tantangan juga untuk kami dalam menata arus bentor ke depannya,” tambahnya.
Dinas Perhubungan berencana berkoordinasi dengan pengelola pasar dan aparat desa setempat untuk mencari solusi jangka panjang, seperti parkir khusus bentor.
(TribunGorontalo.com/Nawir Islim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-kondisi-jalanan-di-area-Pasar-Tradisional-Tilamuta.jpg)