Lebaran Ketupat Gorontalo
1.000 Dodol Disiapkan Warga Desa Ombulo Gorontalo Jelang Lebaran Ketupat, Gratis bagi Pengunjung
Menjelang Lebaran Ketupat, sejumlah warga Desa Ombulo di Gorontalo mulai sibuk menyiapkan makanan khas seperti dodol.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Menjelang Lebaran Ketupat, sejumlah warga Desa Ombulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo mulai sibuk menyiapkan makanan khas seperti dodol.
Tradisi ini rutin dilakukan setiap tahun sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal yang terus dilestarikan.
Adonan dodol yang mengeras hingga waktu memasaknya yang tidak sebentar membuat dodol harus dimasak dengan tenaga serta kesebaran yang ekstra.
Baca juga: Polda Gorontalo Siapkan Rekayasa Lalu Lintas saat Lebaran Ketupat 2025, Ini Jalur Alternatifnya
Sulastri Abas, salah satu warga Desa Ombulo, mengatakan proses memasak dodol bisa memakan waktu berjam-jam.
Kata Sulastri bahkan dodol bisa matang hingga seharian penuh, tergantung jumlah adonan yang dibuat.
“Kami harus terus mengaduknya agar tidak gosong dan mendapatkan tekstur yang sempurna, bisa sampai 7-8 jam kami memgaduknya,” ungkap Sulastri saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Minggu (6/4/2025).
Lanjut kata Sulastri, dodol dimasak dari campuran beras ketan, gula merah, dan santan dimasak di atas tungku api besar.
Baca juga: Harga Cabai dan Ayam Naik Drastis di Pasar Tradisional Tilamuta Gorontalo Jelang Lebaran Ketupat
Selama proses masak, adonan kental tersebut harus terus diaduk dengan menggunakan alat pengaduk berupa kayu berukuran panjang.
Aroma manis dari gula merah dan bunyi kayu menyatu di wajan menciptakan suasana khas yang hanya ditemui saat momen menjelang lebaran ketupat.
“Kalau berhenti sebentar saja, dodol bisa lengket dan gosong di dasar wajan. Jadi kami bergantian mengaduk agar tetap rata dan tidak pecah minyak,” tambahnya.
Baca juga: Harga Ikan di Pelelangan Tilamuta Boalemo Gorontalo Naik 2 Kali Lipat, Warga Mengeluh
Setelah adonan dodol mencapai kekentalan yang pas dan tekstur yang kenyal serta legit, dodol kemudian diangkat dan mulai dikemas.
Uniknya, dodol yang telah matang ini tidak dimasukkan ke dalam plastik melainkan dibungkus dengan daun woka.
Daun woka ini akan menambah aroma alami dan menjaga kualitas dodol tetap awet.
Sulastri menyebutkan keluarganya menyiapkan hingga 1.000 bungkus dodol untuk dibagikan saat Lebaran Ketupat.
Baca juga: Kecamatan Mananggu Boalemo Gorontalo Gelar Perayaan Lebaran Ketupat Bernuansa Adat
Selain dodol, mereka juga memasak nasi bulu, makanan khas lainnya dari beras ketan dan santan, lalu dimasak dalam batang bambu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/fgjrtyjseth.jpg)