Human Interest Story
Junaidi Karim Pemuda Asal Wonosari, Penjual Bawang Merah, dengan Semangat Pantang Menyerah
Junaidi Karim (26) seorang pemuda berasal dari Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, penjual bawang merah.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Junaidi-Karim-Penjual-Bawang-Merah-di-Boalemo.jpg)
Di pasar, Junaidi bukan hanya dikenal karena dagangannya. Ia juga sering jadi tempat curhat pedagang lain.
Kadang ia bantu angkat barang, kadang ia hanya duduk diam menemani pedagang tua yang kelelahan.
Hidup memang tidak selalu ramah pada Junaidi. Tapi ia tak pernah marah. Ia percaya, setiap tetes keringat yang jatuh di lapak bawang itu, akan tumbuh menjadi doa-doa yang membawa berkah untuk keluarganya.
“Selama saya sehat, saya akan terus jualan. Ini bukan sekadar cari uang. Ini cara saya bertahan, membuktikan bahwa anak kampung juga bisa hidup layak dengan kerja keras.”
Dan pagi itu, di bawah payung robeknya, Junaidi tersenyum. Satu karung bawang habis terjual.
Sementara matahari mulai meninggi, dan kehidupan di Pasar KTM Wonosari terus bergerak, Junaidi tetap berdiri—sebagai simbol semangat muda yang tak mudah roboh.(*)