Berita Internasional
Kebakaran Hutan Dahsyat di Korea Selatan Tewaskan 24 Orang, Ribuan Warga Mengungsi
Bencana ini juga memaksa 27.000 warga untuk mengungsi, menurut laporan resmi pada Rabu (26/3/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KEBAKARAN-Kebakaran-di-Korea-Selatan.jpg)
Di Andong, asap tebal dan angin kencang memaksa evakuasi dua desa, termasuk Puncheon, lokasi Desa Rakyat Hahoe yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO dari abad ke-14 hingga 15.
Pendaki di Pegunungan Jirisan juga diminta meninggalkan kawasan karena api terus merambat ke area taman nasional terbesar di negara itu.
Kerusakan Parah di Kuil Bersejarah
Di Uiseong, hampir setengah dari 30 bangunan di Kuil Gounsa, yang pertama kali dibangun pada abad ke-7, hancur terbakar.
Dua bangunan bersejarah yang diakui sebagai "harta nasional" juga musnah, termasuk paviliun dari tahun 1668 dan bangunan era Dinasti Joseon dari tahun 1904.
Sebuah patung Buddha batu dari abad ke-8 berhasil diselamatkan dan dipindahkan ke tempat aman.
Kementerian Kehakiman juga telah mengevakuasi 500 narapidana dari pusat tahanan di Cheongsong, meskipun tidak ada kerusakan yang dilaporkan di fasilitas tersebut.
Penyebab Kebakaran Diduga Kesalahan Manusia
Badan Kehutanan Korea telah menaikkan peringatan kebakaran hutan ke level tertinggi secara nasional.
Hal ini mewajibkan pemerintah daerah untuk meningkatkan jumlah pekerja tanggap darurat, memperketat akses ke hutan dan taman nasional, serta meminta unit militer menunda latihan tembak langsung.
Dari 24 korban tewas, termasuk empat petugas pemadam kebakaran dan pegawai pemerintah yang terjebak dalam kobaran api di Sancheong pada Sabtu (23/3/2025).
Sementara itu, pejabat pemerintah menduga beberapa kebakaran dipicu oleh kesalahan manusia, seperti penggunaan api untuk membersihkan rumput liar di makam keluarga atau percikan dari pekerjaan pengelasan.
Hingga kini, tim penyelamat masih berjuang untuk memadamkan api dan mencegah dampak lebih luas dari kebakaran hutan terburuk yang pernah dialami Korea Selatan.(*)
| Mojtaba Khamenei jadi Pemimpin Baru Iran, Amerika Emosi Sebut tak Bakal "Hidup" Lama |
|
|---|
| Perang Iran Meluas ke Banyak Negara, Lebih dari 1.300 Orang Tewas dalam Enam Hari |
|
|---|
| Konflik Iran Picu Lonjakan Harga BBM di Amerika Gara-gara Jalur Minyak Dunia Terganggu |
|
|---|
| Serangan Drone Iran Tewaskan Tentara Amerika, Washington Curiga Ada Bantuan Intelijen Rusia |
|
|---|
| Hari Keenam Perang Iran-Amerika: Kapal Perang Tenggelam, Rudal Hantam Banyak Negara |
|
|---|