Tribun HIS
Curhat IT Sapriadi Pelukis Asal Padang, Peminat Sepi di Pasar Senggol Kota Gorontalo
Dalam hitungan menit, pola-pola wajah mulai terbentuk, perlahan menyerupai sosok seseorang.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PELUKIS-WAJAH-IT-Sapriadi-merupakan-pelukis-jalanan-asal-Padang-Sumatra-Barat.jpg)
“Jadi saya sewa kos, sewa juga tempat di sini, tapi pendapatan justru tidak seberapa,” katanya dengan nada getir.
IT Sapriadi tidak hanya berkeliling kota demi mencari nafkah, tetapi juga untuk mengasah keterampilannya dan memperkaya pengalaman.
Sejak kecil, ia sudah memiliki bakat melukis. Namun, saat dewasa, ia mulai ragu apakah keahlian ini bisa menjadi sumber penghidupan yang layak.
Baca juga: DAFTAR Lokasi Tumbilotohe Gorontalo Malam Ini 26 Maret 2025, Lengkap Seluruh Wilayah
Di kampung halamannya, ia meninggalkan istri dan dua anaknya yang masih kecil.
Demi mencukupi kebutuhan keluarga, ia rela berkeliling dari satu provinsi ke provinsi lain.
Jika keadaan di Gorontalo tidak berubah, ia berencana untuk pindah ke Manado setelah Lebaran.
“Siapa tahu di Manado peminatnya lebih banyak,” harapnya.
IT Sapriadi telah mencoba berbagai cara untuk meningkatkan kemampuannya. Ia sering mengikuti pameran dan expo seni di berbagai daerah.
Namun, pada akhirnya, ia menyadari bahwa tanpa inovasi dan keberanian mencoba hal baru, pendapatan dari melukis tetap tidak stabil.
Setiap hari, IT Sapriadi membuka lapaknya mulai pukul 12.30 WITA hingga tengah malam.
Karyanya juga bisa dilihat di media sosial: Instagram @om.it37 dan Facebook @itssapriadi.(*)