Debt Collector Keroyok Nasabah
Video Detik-detik Nasabah Dikeroyok 6 Debt Colector di Kota Gorontalo, Viral di Media Sosial
Video detik-detik pria yang diduga nasabah dikeroyok oleh debt collector viral di media sosial.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-enam-pria-diduga-debt-collector-mengeroyok-seorang-pria.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Video detik-detik pria yang diduga nasabah dikeroyok oleh debt collector viral di media sosial.
Dalam video dibagikan akun Facebook Yusrizal Syafrial Rifai itu terlihat enam pria tengah mengejar nasabah itu.
Dua pria menggenggam balok sementara satu orang memegang helm. Sementara nasabah hanya mengandalkan tangan kosong.
Pada waktu bersamaan, nasabah diserang oleh enam pria sekaligus.
Ada yang mengayunkan balok, memukul pakai helm, dan melempari batu ke arah nasabah.
Video pengeroyokan ini viral di media sosial.
Hingga pukul 17.01 Wita, Selasa (25/3/2025), video berdurasi 29 detik tersebut telah ditonton 36.008 pengguna Facebook.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?
Diketahui korban pengeroyokan ini bernama Moh Andi Indalan alias Andi (46), warga Pagimana, Sulawesi Tengah.
Kejadian ini berlangsung pada Senin (24/3/2025) sekitar pukul 17.00 Wita di Jl DI Panjaitan, Limba U I, Kota Selatan, Kota Gorontalo, kawasan Kantor Mandala Multifinance.
Menurut keterangan Andi, insiden bermula ketika ia bersama iparnya, Iwan Pakaya (45), dalam perjalanan pulang usai berbelanja perlengkapan air dap.
Saat melintas di Kelurahan Bugis, Kecamatan Kota Timur, Andi tiba-tiba dicegat oleh sekelompok pria yang mengendarai empat sepeda motor.
"Saya dipaksa berhenti di tengah jalan. Mereka bilang saya harus ke kantor dulu. Ada empat motor, tiga di antaranya berboncengan, dan satu motor hanya satu orang," ungkap Andi kepada TribunGorontalo.com, Selasa (25/3/2025).
Andi saat itu tidak melakukan perlawanan. Ia mengikuti pria yang mengaku debt collector itu ke kantor Mandala Multifinance.
Setibanya di sana, Andi langsung dibawa ke lantai dua dan diinterogasi terkait dugaan tunggakan pembayaran kendaraan.
Namun, Andi menegaskan bahwa seluruh cicilan motornya telah lunas selama 36 bulan.
Bahkan, ia mengaku sudah mengambil BPKB kendaraan sebagai bukti pelunasan.
Karena merasa dituduh secara sepihak, Andi memutuskan turun ke lantai bawah untuk mengambil BPKB dan mencoba menyalakan motornya.
Saat itulah, situasi memanas. Seorang debt collector merampas kunci motornya secara paksa. Andi dan debt collector sempat berdebat.
Cekcok itu akhirnya berujung pada pengeroyokan. Andi mengaku dipukul bertubi-tubi oleh tujuh orang menggunakan kayu dan batu di depan kantor Mandala.
"Saya dipukul ramai-ramai. Mereka pakai kayu dan batu. Sekarang tangan kanan dan kiri saya memar, badan saya sakit semua," bebernya.
Iwan Pakaya, saksi mata sekaligus ipar korban, membenarkan peristiwa ini. Ia menyebut bahwa debt collector bahkan menggunakan helm untuk memukul Andi.
"Saya lihat mereka ambil kayu, batu, dan helm. Saya coba menenangkan, kalau bisa dibicarakan baik-baik, tapi mereka tidak mendengar saya dan tetap memukul Pak Andi," ungkap Iwan.
Andi didatangi aparat
Setelah insiden pemukulan itu, Andi sempat didatangi aparat di kediamannya.
Aparat itu hendak menjemput Andi. Namun ia saat itu tidak berada di rumah.
Keluarga Andi pun takut memberi tahu keberadaan Andi.
"Kami takut beritahu karena jangan sampai Andi dibuat macam-macam," ujar sepupu Andi saat dihubungi TribunGorontalo.com, Selasa (25/3/2025).
Selang beberapa saat kemudian, aparat itu pun pamit pergi entah ke mana.
Andi lantas menghubungi keluarganya di kampung untuk meminta bantuan.
Ia takut perkara yang dialaminya semakin pelik.
Baca juga: BREAKING NEWS: 7 Debt Collector di Kota Gorontalo Keroyok Nasabah, Motor Ditarik Paksa
Takut hal itu terjadi, Andi dan sepupunya memberanikan diri untuk melaporkan kejadian tersebut ke ke Polresta Gorontalo Kota pada Selasa (25/3/2025) pukul 10.38 Wita.
Kepada polisi, Andi menjelaskan kronologi pemukulan yang dialaminya Senin (24/3/) kemarin.
Ia juga memperlihatkan luka pada lengan akibat berkelahi dengan debt collector.
Andi kemudian diarahkan polisi untuk menjalani visum di Klinik Pratama Polresta Gorontalo Kota sebagai bukti atas dugaan penganiayaan.
Hingga berita ini diturunkan, TribunGorontalo.com tengah memintai keterangan dari Mandala Multifinance.
Sementara itu, Polresta Gorontalo Kota tengah menyelidiki kejadian ini.
(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.