Kultum Ramadan 2025
Kultum Ramadan: Rifian Panigoro "Gen Z: 10 Malam Terakhir ini Berguna untuk Masa Depanmu"
Rasa syukur kepada Allah SWT di puasa yang ke-25 ini Allah masih senantiasa memberikan kesehatan kafiatan dan nikmat-nikmat lainnya.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kultum-Ramadan-ijfckdsjcfcf.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo--Dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan, mahasiswa Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo, Moh. Rifian Panigoro menyampaikan kultum dengan tajuk "Gen Z: 10 malam terakhir ini berguna untuk masa depanmu"
Diketahui sebanyak 30 Mahasiswa Ilmu Hadist IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerja sama dengan TribunGorontalo.com dalam program Kultum Ramadan.
Program tersebut akan tayang di media sosial YouTube dan Facebook TribunGorontalo.com setiap pukul 17.00 Wita, Selasa (25/3/2025).
Dalam sambutannya Rifian mengatakan rasa syukur kepada Allah SWT di puasa yang ke-25 ini Allah masih senantiasa memberikan kesehatan kafiatan dan nikmat-nikmat lainnya sehingga dengan hikmatnya kita menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan ini.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok Selasa 25 Maret 202, BMKG: Terdapat Beberapa Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
Dijelaskannya pada bulan suci Ramadan ini Allah subhanahu wa ta'ala memberikan sesuatu yang sangat spesial yaitu 10 hari terakhir di bulan suci Ramadan.
Dimana yang di dalamnya ada malam yang lebih baik dari pada 1000 Bulan yaitu malam Lailatul Qadar. “Lailatul Qadri khoirum min Alfi Syahrin”.
Dalam Al-Quran surah al-Qadr Allah subhanahu wa ta'ala mengulang Lailatul qadr sebanyak tiga kali.
Para ulama kemudian memberikan penafsiran bahwa itu menunjukkan betapa agungnya betapa mulianya malam tersebut.
Kemudian malam Lailatul Qadar itu sengaja Allah letakkan di 10 malam terakhir ini untuk menguji manusia apakah bisa beribadah sampai di akhir bulan suci Ramadan.
Rifian melanjutkan, jika sekiranya lailatul qadar itu diletakkan di awal maka ketika orang telah selesai mengerjakan 10 hari pertama di bulan suci Ramadan mereka tidak akan bersemangat lagi untuk mengerjakan 20 hari sisanya.
Maka, hari yang istimewa ini Allah letakkan di akhir untuk memberikan hadiah atau surprise kepada mereka yang telah berjuang untuk mengerjakan Ramadan dengan sebaik-baiknya.
Ia menuturkan bahwa masih ada 10 hari terakhir di bulan suci Ramadan yang didalamnya ada malam yang lebih utama dari seribu bulan.
Namun sayangnya, meskipun sudah diletakkan di akhir menjadi hadiah istimewa kemudian dengan keutamaan yang begitu besar, tetap saja masih banyak orang yang lalai.
Pada akhir-akhir Ramadan seperti ini, Ramadan hadir sebagai sebuah fenomena yang di mana begitu ramai dan bersemangat di awal tapi justru melemah di akhir.
Baca juga: Niat Puasa Ramadan, Latin dan Arab Lengkap dengan Amalan Sunnah Sahur yang Dianjurkan
Katanya, ketika ini kita biarkan terjadi dalam diri kita maka kita sungguh sangat-sangat merugi.