Kultum Ramadan 2025

Kultum Ramadan: Rasul Tuli - Mengungkap Sejarah Bulan Suci Ramadan

Bulan suci Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh ampunan, bulan yang didalamnya terdapat sebuah ibadah yang hanya dikhususkan.

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Minarti Mansombo
Thumbnail YouTube TribunGorontalo.com
KULTUM RAMADAN - Rasul Tuli - Mengungkap Sejarah Bulan Suci RamadanRamadan adalah bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh ampunan, bulan yang didalamnya terdapat sebuah ibadah yang hanya dikhususkan pada bulan ini, yang telah kita nantikan kedatangannya sejak dua bulan sebelumnya ibadah yang pahalanya langsung dibalas oleh Allah SWT tanpa mengurangi pahala ibadah yang lain. Foto (Thumbnail YouTube TribunGorontalo.com ) 

Artinya: "Diibaratkan seperti besi yang sudah lama tidak terpakai harus dibakar di bara api dulu biar panas dan menyala, seperti halnya kita sebelas bulan tidak tahu amalan kita bagaimana berkarat hati dan pikiran kita dipanaskan dengan panas Ramadhan biar terlepas seluruh dosa-dosa kita dengan amalan- amalan yang baik".

3.Ramadan diartikan seperti Hujan yang dijadikan sebagai pergantian musim bukan seperti hujan yang berada di negara kita, karena di Arab ada beberapa musim. Hubungannya dengan Ramadhan adalah kita bagaikan tanaman yang harus terkena hujan ataupun kenikmatan ini jangan sampai kita lewatkan takutnya kita tetap berdebu sampai Ramadhan usai. Sebagaimana Hadis nabi Muhammad

رغم انف رجل دخل عليه رمضان ثم انسلخ قبل ان يغفرله

Artinya: Sungguh celaka dan merugi orang yang menjumpai Ramadhan namun ketika Ramadhan usai dan telah pergi ia belum saja diampuni dosa-dosanya.

Oleh karena itu, Rasul menuturkan bahwa filosofis atau makna Ramadan seperti dijelaskan. Sebab katanya, seluruh bulan yang ada pada bulan hijriah itu semua mempunyai makna khusus yang mempunyai filosofi syariat masing masing.

Ia menuturkan sebelum syariat puasa ini diwajibkan, Nabi Muhammad sudah memilih bulan ini sebagai bulan yang penuh dengan ibadah.  

Beliau meninggalkan hiruk pikuk di Kota Makkah untuk berdiam diri beribadah di Jabal Nur yang terdapat Gua Hira, Sebanyak tiga kali nabi melakukan hal yang serupa di umur nabi yang ke 40 turunlah lima ayat dalam surah Al Alaq.

Perlu kita ketahui bersama bahwa Ibadah puasa ini diwajibkan pada tahun ke dua hijriah, pada tahun pertama Ketika nabi hijrah belum terdapat perintah puasa namun Ketika hijrah yang kedua, dari kota Makkah ke kota Madinah nabi mendapat perintah kewajiban puasa di bulan Ramadhan. Maka ayat kewajiban puasa itu turun pada bulan Syaban.

Baca juga: Tak Takut Dicuri, Pria di Pasuruan Viral Gara-gara Nekat Pamer Uang Rp2 Miliar di Pinggir Jalan

Oleh karena itu melalui momentum Ramadan ini, Rasul mengajak untuk dapat menggunakan sebaik-baiknya karena kesempatan ini kita tidak tahu apakah kita masih diberi kesempatan berjumpa dengan Ramadan tahun depan ataukah tidak. 

Sebagai bentuk pengimplementasian amalan- amalan yang kita lakukan dibulan ini dengan penuh harapan tetaplah kita lakukan setelah Ramadan usai, "Jangan sampai kita mengenal Allah hanya di Bulan Ramadhan saja," jelasnya.

Sebagaimana perkataan Salaf As Shalih yang artinya "Sungguh kaum yang celaka mereka yang mengenal Allah hanya di Bulan Ramadan,"

Dengan kultum yang penuh makna ini, Rasul berharap umat Islam semakin memahami keistimewaan Ramadan terus menambah pengetahuan dan meningkatkan amalan kita diBulan Ramadan ini.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved