Rabu, 18 Maret 2026

Berita Viral

2 Siswa SMK di Yogyakarta Terpaksa Lebaran di Penjara Karena Tertangkap Polisi Racik Petasan

Dua orang siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Bantul, Yogyakarta berujung lebaran di Lapas karena ditangkap polisi karena menggunakan bahan peledak

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto 2 Siswa SMK di Yogyakarta Terpaksa Lebaran di Penjara Karena Tertangkap Polisi Racik Petasan
TribunJogja.com/Neti Istimewa Rukmana
RACIK PETASAN - Polisi menghadirkan pelaku dan barang bukti bahan peledak petasan saat konferensi persi di Mapolres Bantul, Senin (24/3/2025). Pelaku merupakan pelajar SMK dan berakhir lebaran di penjara 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Dua orang siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Bantul, Yogyakarta berujung lebaran di Lapas.

Hal itu dikarenakan kedua siswa ini ditangkap polisi karena menggunakan bahan peledak dalam racikan petasan.

Dilansir dari TribunMedan.com, kedua siswa ini berinisial NAN (19) dan RNA (18) terbukti meracik dan menjual bahan peledak di wilayah Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Mereka ditangkap selepas bertindak mencurigakan dan membawa bubuk petasan di depan SMAN 1 Sewon, Bantul, Selasa (18/3/2025).

Baca juga: Tak Takut Dicuri, Pria di Pasuruan Viral Gara-gara Nekat Pamer Uang Rp2 Miliar di Pinggir Jalan

Pelaku NAN mengaku sudah lama meracik bahan peledak menjadi petasan dengan bermodal belajar video dari YouTube.

"Awalnya nyoba-nyoba, terus coba beli bahannya di toko online. Pertama beli satu kilogram harganya sekitar Rp200 ribuan," tuturnya kepada awak media dalam jumpa pers di lobby Mapolres Bantul, dilansir Tribun Jogja, Senin (24/3/2025).

Ia menyebut, satu selongsong petasan membutuhkan sekitar lima gram bubuk bahan peledak.

Dengan demikian, satu kilogram bubuk bahan peledak itu bisa menghasilkan banyak petasan.

"Iya, kalau satu kilogram bubuk itu bisa jadi banyak," ungkap NAN.

Sejauh ini, jelas NAN, dirinya tak menerima pesanan untuk membuat petasan.

Baca juga: Polisi di Jakarta Ini Ditahan Gara-gara Minta THR Ramadan 2025 ke Hotel dengan Surat Palsu

Namun, dari bahan peledak yang diperoleh di toko online, lantas ia racik untuk dipakai sendiri dan dijual.

"Saya menyesal membuat itu. Tahu gitu enggak buat mercon," tutur pelaku NAN.

Tersangka lain, RNA berujar, dirinya coba-coba menjual bahan peledak itu karena ingin belajar bisnis.

"Tapi, orang tua enggak tahu. Iya (raciknya sembunyi-sembunyi)," terangnya.

Adapun proses transaksi jual beli itu ia mulai dari orang-orang terdekat.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved