Berita Viral
2 Siswa SMK di Yogyakarta Terpaksa Lebaran di Penjara Karena Tertangkap Polisi Racik Petasan
Dua orang siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Bantul, Yogyakarta berujung lebaran di Lapas karena ditangkap polisi karena menggunakan bahan peledak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sethsrbrefgh.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Dua orang siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Bantul, Yogyakarta berujung lebaran di Lapas.
Hal itu dikarenakan kedua siswa ini ditangkap polisi karena menggunakan bahan peledak dalam racikan petasan.
Dilansir dari TribunMedan.com, kedua siswa ini berinisial NAN (19) dan RNA (18) terbukti meracik dan menjual bahan peledak di wilayah Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Mereka ditangkap selepas bertindak mencurigakan dan membawa bubuk petasan di depan SMAN 1 Sewon, Bantul, Selasa (18/3/2025).
Baca juga: Tak Takut Dicuri, Pria di Pasuruan Viral Gara-gara Nekat Pamer Uang Rp2 Miliar di Pinggir Jalan
Pelaku NAN mengaku sudah lama meracik bahan peledak menjadi petasan dengan bermodal belajar video dari YouTube.
"Awalnya nyoba-nyoba, terus coba beli bahannya di toko online. Pertama beli satu kilogram harganya sekitar Rp200 ribuan," tuturnya kepada awak media dalam jumpa pers di lobby Mapolres Bantul, dilansir Tribun Jogja, Senin (24/3/2025).
Ia menyebut, satu selongsong petasan membutuhkan sekitar lima gram bubuk bahan peledak.
Dengan demikian, satu kilogram bubuk bahan peledak itu bisa menghasilkan banyak petasan.
"Iya, kalau satu kilogram bubuk itu bisa jadi banyak," ungkap NAN.
Sejauh ini, jelas NAN, dirinya tak menerima pesanan untuk membuat petasan.
Baca juga: Polisi di Jakarta Ini Ditahan Gara-gara Minta THR Ramadan 2025 ke Hotel dengan Surat Palsu
Namun, dari bahan peledak yang diperoleh di toko online, lantas ia racik untuk dipakai sendiri dan dijual.
"Saya menyesal membuat itu. Tahu gitu enggak buat mercon," tutur pelaku NAN.
Tersangka lain, RNA berujar, dirinya coba-coba menjual bahan peledak itu karena ingin belajar bisnis.
"Tapi, orang tua enggak tahu. Iya (raciknya sembunyi-sembunyi)," terangnya.
Adapun proses transaksi jual beli itu ia mulai dari orang-orang terdekat.