Penembakan Polisi di Way Kanan
Jawaban TNI soal Isu Setoran di Insiden Baku Tembak TNI dan Polisi di Arena Judi Ayam
Terkait hubungan pertemanan ini dibenarkan oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TEMPAT-JUDI-Lokasi-judi-sabung-ayam-yang-digrebek-kepolisian-Way-Kanan.jpg)
Akun @satr1a6_ menyebut bahwa Polsek Negara Batin awalnya menerima setoran Rp 1 juta per hari dari arena judi sabung ayam, ditambah uang bensin dan uang rokok hingga total mencapai Rp 2,5 juta per hari.
Namun, belakangan muncul tuntutan kenaikan setoran menjadi Rp 20 juta per hari.
Dalam video itu juga disebutkan bahwa anggota TNI yang mengelola perjudian tidak sanggup memenuhi permintaan tersebut, sehingga Kapolsek Lusiyanto mengancam akan melakukan penggerebekan jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Kodam II/Sriwijaya memastikan bahwa investigasi tidak hanya menyasar dua anggota TNI yang diduga melakukan penembakan, tetapi juga keterlibatan pihak kepolisian dalam bisnis ilegal tersebut.
"Kalau terbukti bersalah, dua anggota TNI yang diduga pelaku penembakan itu pasti akan mendapatkan hukuman setimpal. Tapi kami harap, pihak lain yang terlibat juga harus diusut dan diberikan hukuman tegas,” tegas Kolonel Eko.
TNI menduga bahwa aparat kepolisian mengetahui dan terlibat dalam praktik perjudian ini, yang akhirnya menyebabkan tewasnya seorang Kapolsek dan dua anggota Polsek Negara Batin saat melakukan penggerebekan.
Investigasi masih berlangsung untuk mengungkap motif dan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini.