Senin, 9 Maret 2026

UMKM Gorontalo

Tak Cuma Kejar Cuan! Dua Pengusaha Gorontalo Buka Mebel Justru Demi Rekrut Pemuda Putus Sekolah

Di bulan Ramadan, usaha mereka buka dari pukul 09.00 Wita hingga 03.00 Wita, sementara di bulan lain mereka buka hingga pukul 17.00 Wita.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Tak Cuma Kejar Cuan! Dua Pengusaha Gorontalo Buka Mebel Justru Demi Rekrut Pemuda Putus Sekolah
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com.
USAHA MEBEL--Dua pengusaha di Kelurahan Molosifat W, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo kompak buka usaha mebel sederhana. Usaha ini bertujuan untuk memberikan pekerjaan bagi masyarakat yang putus sekolah, Kamis (20/3/2025), Foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dua pengusaha asal Kelurahan Molosifat W, Kota Gorontalo, memutuskan membuka usaha mebel.

Menariknya, tujuan Herman Prayogo Mozin dan Kasman Mohammad bukan hanya untuk mencari keuntungan pribadi. 

Mereka justru ingin memberikan kesempatan kerja bagi pemuda, khususnya mereka yang putus sekolah.

"Ini merupakan impian kita bersama untuk membuka usaha, yang bukan saja menghasilkan uang untuk kita tetapi juga menjadi lapangan kerja bagi masyarakat sekitar," ujar Herman saat diwawancarai Tribun Gorontalo, Kamis (20/3/2025).

Awal mula usaha ini bermula dari perbincangan Herman dan Kasman yang memiliki visi yang sama.

Mereka kemudian mengajak Alwin Djafar (27), seorang pemuda dari komunitas Molosifat W Bangkit yang memiliki keterampilan dalam pembuatan serta reparasi kursi.

Rumah Kasman pun dijadikan lokasi usaha, dengan Herman menyediakan peralatan mebel.

Meski modal awal mereka terbatas, usaha tersebut akhirnya resmi berjalan pada April 2023.

Dalam pembagian tugas, Kasman bertanggung jawab membongkar kursi.

Sementara Alwin membuat kursi serta perabotan lainnya.

Lalu Herman fokus pada pemasaran. 

Seiring berjalannya waktu, usaha mereka berkembang.

Mereka pun mulai mempekerjakan lebih banyak orang, termasuk seorang penjahit lokal.

"Kami ajak beliau untuk berkembang bersama, ketimbang beliau kesulitan mencari pemasukan di tempat lain," jelas Herman.

Mereka juga aktif mengajak anak muda, terutama yang putus sekolah, untuk bergabung dalam usaha ini.

Saat permintaan meningkat, mereka kerap melibatkan tenaga tambahan untuk menyelesaikan pesanan dengan cepat.

Menjelang Ramadan, usaha mebel ini mengalami lonjakan permintaan reparasi kursi sofa.

Namun, tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah ketiadaan armada angkut untuk mengantar dan menjemput barang pelanggan.

"Kami masih harus menyewa kendaraan, dan itu tentu menambah biaya operasional kami," ungkapnya.

Meski demikian, Herman dan Kasman tetap optimis dengan usaha mereka.

Mereka bahkan berencana memberi nama resmi untuk usaha ini dalam waktu dekat.

Saat ini, mereka beroperasi di Kelurahan Molosifat, Kompleks Kost Dua Putri, dekat Taman Merah Putih Molosifat.

Di bulan Ramadan, usaha mereka buka dari pukul 09.00 Wita hingga 03.00 Wita, sementara di bulan lain mereka buka hingga pukul 17.00 Wita.

"Kalau Ramadan kami fokus reparasi, tapi di luar Ramadan kami biasa membuat perabot baru," tutup Herman. (***)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved