Hikmah Ramadan 2025
Hikmah Ramadan: 3 Cara Merawat Kemabruran Puasa dari Syukur ke Syakur
Ada tiga tingkatan syukur yang sering dipahami secara rancu, yakni Tahmid, Syukur dan Syakur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nasaruddin-Umar-asgdga.jpg)
Al-Junaid mengatakan, syukur ialah engkau tidak memandang dirimu sebagai pemilik nikmat. Sedang asy-Syiblî mengatakan, syukur ialah melihat kepada pemberi nikmat dan bukan kepada nikmatnya.
Pernyataan ini diperkuat dengan ucapan nabi Ayyub AS yang bersikap sabar terhadap musibah yang menimpanya, sehingga ia disebut sebagai hamba yang sebaik-baiknya.
Demikian juga nabi Sulaiman AS. yang bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah kepadanya sehingga ia disebut juga sebagai hamba yang sebaik-baiknya.
Hal ini disebabkan karena keduanya konsentrasi pada pemberi nikmat dan bukan pada musibah dan nikmat itu, sehingga dengan demikian keduanya tidak merasakan sama sekali rasa sakit dan nyaman.
Atas dasar pengertian inilah Allah SWT mempunyai sifat asy-syakûr, syukur yang sangat luas. Allah memberikan balasan kepada para hamba-Nya atas kesyukurannya.
Ada yang mengatakan bahwa kesyukuran Allah ialah memberikan pahala yang banyak atas amal yang sedikit. Kata mereka hewan bersyukur, artinya hewan itu tampak badannya gemuk.
Ada juga yang mengatakan, hakekat syukur ialah memuji kepada yang berbuat baik dengan menyebut kebaikannya.