Hikmah Ramadan 2025
Hikmah Ramadan: Tips Cara Merawat Kemabruran Puasa Dari Tahmid ke Syukur
Tahmid adalah ungkapan spontanitas seseorang yang baru saja merasakan nikmat dan karunia Allah SWT dengan mengucapkan kata Alhamdulillah.
TRIBUNGORONTALO.COM-Selama bulan Ramadan, selain ibadah kita tetap dijaga, kita juga harus tau cara merawat Kemabruran puasa.
Ramadan ke-18 Menteri Agama memberikan tips cara Merawat Kemabruran Puasa Dari Tahmid ke Syukur
Tahmid adalah ungkapan spontanitas seseorang yang baru saja merasakan nikmat dan karunia Allah SWT dengan mengucapkan kata Alhamdulillah.
Kata ini berasal dari akar kata hamida-yahmadu berarti segala puji hanya tertuju kepada Allah SWT. Sedangkan syukur lebih dari sekedar bertahmid.
Syukur berasal dari kata syakara-yasykuru berarti bersyukur, berterima kasih. Sedangkan menurut istilah oleh sebagian ulama dikatakan mengeluarkan hak-hak orang lain dari nikmat Allah yang kita peroleh, misalnya mengeluarkan zakat minimal 2,5 persen sebagai zakat ditambah dengan shadaqah dan berbagai bentuk pemberian lainnya kepada mereka yang berhak.
Baca juga: Hikmah Ramadan: Tips Merawat Kemabruran Puasa Dari Mukhlish ke Mukhlash
Menurut para ahli hakikat syukur adalah menyandarkan segala nikmat kepada pemberi nikmat dengan sikap rendah diri.
Atas dasar pengertian inilah Allah SWT mempunyai sifat asy-syakûr, syukur yang sangat luas. Allah SWT memberikan balasan kepada para hamba-Nya atas kesyukurannya.
Al-Junaid mengatakan, syukur ialah engkau tidak memandang dirimu sebagai pemilik nikmat. Syâkir adalah orang yang mensyukuri atas adanya pemberian, sedang syakûr mensyukuri atas penolakan.
Ada juga yang mengatakan, syâkir adalah orang yang mensyukuri atas nikmat, sedangkan syakûr adalah mensyukuri atas musibah yang menimpanya.
Menurut Al-Syiblî syukur ialah melihat kepada pemberi nikmat dan bukan kepada nikmatnya. Pernyataan ini diperkuat dengan ucapan nabi Ayyub AS yang bersikap sabar terhadap musibah yang menimpanya, sehingga ia disebut sebagai hamba yang sebaik-baiknya.
Baca juga: Warga Korban Banjir di Talumolo Gorontalo Butuh Obat-obatan hingga Makanan Cepat Saji
Demikian juga nabi Sulaiman AS yang bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah kepadanya sehingga ia disebut juga sebagai hamba yang sebaik-baiknya.
Hal ini disebabkan karena keduanya konsentrasi pada pemberi nikmat dan bukan pada musibah dan nikmat itu, sehingga dengan demikian keduanya tidak merasakan sama sekali rasa sakit dan nyaman.
Syukur ada tiga macam. Syukur dengan lisan, inilah yang populer, syukur dengan hati, yaitu menyadari sepenuhnya atas segala apa yang saksikan di bumi yang luas dan tetap konsisten menjaga kehormatan, serta syukur dengan aktualisasi diri.
Syukur kedua mata, adalah menahan dan menghindari dari segala yang diharamkan Allah atas keduanya dan dari segala aib orang.
Syukur kedua telinga, adalah menyumbat keduanya dari segala aib orang dan yang tidak halal didengarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nasaruddin-Umar-Menteri-shchdsc.jpg)