Video Asusila Oknum ASN
Kasatpol PP Kabupaten Gorontalo Sebut Tuduhan Mesum Adalah Fitnah dari Pegawai yang Dicopot
Bupati menambahkan bahwa jika terbukti bersalah, TM dapat dikenai sanksi berupa peringatan hingga tindakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-mesum-di-mobil.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gorontalo, TM, membantah tuduhan tindakan asusila yang beredar luas di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa video yang dikaitkan dengannya merupakan rekaman yang disalahartikan dan diduga sengaja disebarkan oleh pihak yang tidak senang dengan kebijakannya.
Isu ini pertama kali mencuat setelah beredarnya video amatir yang merekam TM bersama seorang perempuan yang disebut-sebut sebagai ASN di sebuah area parkiran kantor pemerintahan.
Video tersebut beredar di kalangan pegawai dan kemudian menyebar luas ke masyarakat.
Banyak pihak menilai rekaman itu menunjukkan tindakan tidak senonoh yang dilakukan saat jam kerja.
Namun, TM membantah keras tuduhan tersebut dan mengklaim bahwa video itu telah diedit dan dipelintir untuk menjatuhkan reputasinya.
Ia menduga bahwa isu ini muncul sebagai bentuk fitnah dari seorang pegawai yang merasa tidak puas setelah dicopot dari jabatannya.
Menurutnya, penyebaran video tersebut adalah upaya untuk menjatuhkan kredibilitasnya sebagai pimpinan di instansi tersebut.
“Maaf, saya sedang sakit. InsyaAllah saya akan memberikan informasi terkait kronologi sebenarnya. Apa yang disampaikan di media itu hanya sepihak dan tidak benar. Ini berasal dari seseorang yang tidak senang dengan kebijakan saya di kantor,” ujar TM saat dikonfirmasi, Minggu (16/3/2025).
Lebih lanjut, TM menjelaskan bahwa video yang menjadi dasar tuduhan terhadapnya sebenarnya diambil pada Januari 2025, saat dirinya bertemu dengan tim travel umrah dalam sebuah diskusi kerja sama.
Dalam video tersebut, TM dan beberapa orang lainnya berada di dalam mobil.
"Saat video diambil, posisi kami semua di dalam mobil sedang menghadap ke belakang, karena melihat salah satu anggota kami yang sedang mengambil mangga sambil direkam," jelas TM.
Menurut TM, dirinya duduk di kursi depan bersama sopir, sementara pimpinan cabang travel umrah dan anak angkatnya duduk di kursi belakang.
"Saya duduk di depan bersama sopir, sedangkan pimpinan cabang travel umrah dan anak angkatnya duduk di kursi belakang," katanya.
Ia menegaskan bahwa video tersebut tidak menunjukkan perbuatan asusila seperti yang dituduhkan, melainkan hanya momen biasa yang kemudian dipelintir untuk menciptakan persepsi negatif terhadap dirinya.