Pemprov Gorontalo
Kadis PUPR Gorontalo Turun ke Lokasi Banjir Talumolo, Kerahkan Alat Berat untuk Normalisasi Saluran
Menindaklanjuti protes warga Talumolo yang menuntut perbaikan saluran air, Aries langsung mengerahkan dua unit alat berat ke lokasi.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BANJIR-TALUMOLO-Kadis-PUPR-Provinsi-Gorontalo-Aries-Ardianto.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo, Aries Ardianto, turun langsung ke lokasi banjir di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Senin (17/3/2025).
Kedatangannya ini untuk meninjau dampak banjir sekaligus memastikan penanganan darurat dilakukan secepat mungkin.
Menindaklanjuti protes warga Talumolo yang menuntut perbaikan saluran air, Aries langsung mengerahkan dua unit alat berat ke lokasi.
Alat berat tersebut akan digunakan untuk membersihkan material yang menyumbat saluran air dan mengeruk sedimen yang menghambat aliran sungai.
Baca juga: 1.000 Rumah di Kelurahan Talumolo Kota Gorontalo Terendam Banjir Bandang
"Kami sudah berupaya menghadirkan alat karena masyarakat menuntut agar saluran segera dibersihkan," ujar Aries saat diwawancarai di lokasi.
Instruksi Langsung dari Gubernur Gorontalo
Aries menegaskan bahwa pengerahan alat berat ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang meminta agar penanganan dilakukan dengan cepat demi kepentingan masyarakat.
"Pak Gubernur sampaikan ke saya, dahulukan rakyat. Ini yang kami lakukan hari ini," ungkapnya.
Banjir di Talumolo terjadi akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, yang menyebabkan saluran air meluap dan tidak mampu menampung debit air.
Dampaknya, selain merendam permukiman warga di bantaran sungai, banjir juga meluas hingga ke kawasan SPBU Talumolo.
Baca juga: Dua Ekskavator Dikerahkan, Warga Talumolo Gorontalo Bernafas Lega Setelah Banjir Bandang
Pengerukan Saluran Ditargetkan Selesai dalam Sepekan
Proses normalisasi ini akan dilakukan dalam dua tahap: pembersihan material di jalan dan pengerukan saluran air.
"Kalau jalan mungkin bisa selesai besok, tapi untuk saluran air, prosesnya bisa memakan waktu sekitar satu minggu," jelas Aries.
Ia berharap dengan pengerukan ini, aliran air bisa kembali lancar dan risiko banjir dapat diminimalisir di masa mendatang.
Kolaborasi Sejumlah Pihak untuk Penanganan Cepat