Ramadan 2025
Harga Minyak Tanah Jelang Tumbilotohe di Gorontalo Naik Signifikan
Harisa Hasan, seorang pedagang minyak tanah di Pasar Sentral Kota Gorontalo, menyebutkan bahwa harga bahan bakar ini terus merangkak naik dalam dua pe
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/STOK-MINYAK-TANAH-Harisa-Hasan-pedagang-di-pasar-Sentral-Kota-Gorontalo.jpg)
“Sekarang sudah banyak yang jualan di pinggir jalan, jadi orang tidak perlu masuk ke dalam pasar. Ditambah lagi, model pasar yang tertutup membuat pengunjung semakin sedikit,” ungkap Harisa.
Sementara itu, Wahab Umar, pedagang minyak tanah di Desa Kopi, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, menyebutkan bahwa harga minyak tanah di daerahnya bahkan lebih tinggi dibandingkan di Kota Gorontalo.
Di pasar, harga minyak tanah berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp32 ribu per botol, sementara di kios-kios eceran, harganya bisa mencapai Rp35 ribu per botol atau setara dengan 1,5 liter.
“Harga ini masih stabil, tapi kalau sudah mendekati malam Timbilotohe, pasti naik lagi,” ujar Wahab.
Meski demikian, ia memastikan bahwa pasokan minyak tanah masih cukup aman hingga perayaan Timbilotohe nanti.
“Tidak akan ada kelangkaan, karena banyak yang sudah beralih ke lampu listrik,” pungkasnya.
Dengan kondisi harga minyak tanah yang terus naik dan daya beli masyarakat yang melemah, para pedagang berharap adanya kebijakan pemerintah yang dapat membantu menstabilkan harga dan meningkatkan kembali aktivitas ekonomi di pasar.