Dugaan Pelecehan Seksual
Siswi SMA di Bone Bolango Gorontalo Ngaku Dilecehkan Guru, Dikunci di Ruang OSIS Lalu Diraba-raba
Korban, seorang siswi berinisial AH, mengungkapkan bahwa pelecehan pertama terjadi pada Senin (24/2/2025) dan berlanjut keesokan harinya, Selasa (25/2
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sryjtyjsryjn.jpg)
Mereka berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini dan memberikan keadilan bagi korban.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.
Peristiwa Lainnya
Sebagai gambaran, bahwa pelecehan terhadap siswa rupanya bukan kali ini saja terjadi.
Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Gorontalo misalnya, juga diduga menjadi korban pelecehan oleh teman-teman sekelasnya.
Meski terjadi pada 2024, namu kasus ini bisa menjadi potret bagaimana pelecehan jadi kasus yang kerap terjadi di Gorontalo.
Bahkan, peristiwa ini langsung mengundang perhatian dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo, khususnya dari Komisi IV yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut pantauan langsung di lapangan pada Selasa (12/11/2024), sejumlah anggota DPRD dari Komisi IV Kabupaten Gorontalo melakukan kunjungan ke sekolah tempat kejadian.
Tiga anggota DPRD hadir untuk melakukan audiensi dengan kepala sekolah serta koordinator wilayah pendidikan setempat.
Tujuan dari pertemuan ini adalah menggali informasi lebih dalam terkait insiden yang sempat membuat heboh masyarakat sekitar.
Dalam wawancara, Jayusdi Rivai, salah satu anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, menyatakan bahwa kasus ini adalah masalah yang penting dan perlu perhatian khusus.
Ia menegaskan, jika masalah ini dianggap sangat serius, DPRD akan mengundang pihak-pihak terkait untuk mendiskusikan langkah selanjutnya.
“Tentu ada problem yang harus kita perhatikan. Jika menurut kami ini sangat penting, maka kami akan bahas lebih lanjut di DPRD,” ungkap Jayusdi Rivai.(*)