Minggu, 22 Maret 2026

Berita Viral

Kesaksian Kusyanto Pencari Bekicot jadi Korban Polisi Salah Tangkap, Dipaksa Ngaku Mencuri

Kusyanto memberikan kesaksiannya usai dirinya menjadi korban salah tangkap kepolisian dan warga.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kesaksian Kusyanto Pencari Bekicot jadi Korban Polisi Salah Tangkap, Dipaksa Ngaku Mencuri
TRIBUNJATENG/FACHRI SAKTI NUGROHO
KORBAN SALAH TANGKAP: Kusyanto pencari bekicot korban salah tangkap di Grobogan ingin nama baiknya dipulihkan. Kusyanto, seorang pencari bekicot asal Desa Dimoro, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kusyanto memberikan kesaksiannya usai dirinya menjadi korban salah tangkap kepolisian dan warga.

Kusyanto lantas menceritakan detik-detik dirinya dipaksa mengaku mencuri. Padahal ia sama sekali tak pernah melakukannya.

"Walau orang kecil, saya tidak pernah mencuri. Saya dipaksa mengaku maling, padahal saya bukan maling," ujar Kusyanto saat ditemui di rumahnya, Sabtu (8/3), dikutip dari Kompas.com. 

Kusyanto juga menjelaskan apa yang terjadi kepadanya hari itu. 

"Saya diapit di motor dan Pak Polisi itu duduk di belakang. Di perjalanan, kepala saya juga dipukuli disuruh mengaku mencuri pompa air diesel," ujarnya. 

Respons Kapolres Grobogan 

Setelah adanya insiden ini, Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto mendatangi rumah Kusyanto, Minggu (9/3) malam untuk meminta maaf. 

Ike menyampaikan apa yang dilakukannya pada saat menemui Kusyanto di rumahnya. 

"Kita berbincang panjang lebar, banyak sekali, saya menanyakan bagaimana kronologi Saudara Kusyanto ini diamankan, dan lain-lain," ujar Ike dalam Sapa Indonesia Malam KompasTV, Senin (10/3). 

Kepolisian juga langsung memeriksa Aipda IR dan memberikan sanksi penempatan khusus. 

"Saat ini kita lakukan pemberkasan, tadi sore sudah kita laksanakan gelar, dan yang bersangkutan memang terbukti secara kode etik," terang Ike. 

Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan upaya rehabilitasi terhadap korban dengan melakukan pendampingan. 

Kepolisian juga membantu korban dengan kendaraan dan alat yang digunakannya untuk bekerja. Nama baik Kusyanto juga berusaha dipulihkan. 

"Terkait dengan pemulihan nama baik, tadi malam juga kami kumpul, ada Pak Kades, ada Pak Kadus, ada Pak RT, kami jelaskan bahwa hasil penyelidikan kami, Saudara Kusyanto ini tidak terbukti melakukan pencurian," papar Ike. 

Baca juga: Eks Bupati Bone Bolango Gorontalo Hamim Pou Diduga Pakai Dana Bansos untuk Kepentingan Politik

Alasan Pelaku Menginterogasi Berlebihan

KORBAN SALAH TANGKAP - Kusyanto korban salah tangkap dan penganiayaan oleh oknum anggota polisi diajak berdamai oleh Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto di Desa Dimoro, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Minggu (9/3/2025) malam. Dalam kasus tersebut, korban dituduh sebagai pelaku pencurian mesin pompa dan diesel.
KORBAN SALAH TANGKAP - Kusyanto korban salah tangkap dan penganiayaan oleh oknum anggota polisi diajak berdamai oleh Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto di Desa Dimoro, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Minggu (9/3/2025) malam. Dalam kasus tersebut, korban dituduh sebagai pelaku pencurian mesin pompa dan diesel. (POLDA JATENG)

Ike mengungkapkan alasan Aipda IR melakukan tindakan interogasi berlebihan. 

"Saya tanya kenapa, 'karena di sana ada massa banyak, Pak, jadi saya berlebihan'," kata Ike menirukan jawaban Aipda IR. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved