Berita Viral
Viral, Anak Istrinya Tewas Terjebak Banjir di Sukabumi, Sang Ayah Malah Asyik Berjualan di Pasar
Ibu dan anak ini meninggal saat berpelukan karena terjebak banjir. Namun, kelakuan sang ayah menjadi sorotan publik. Pasalnya sang ayah hanya santai
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sdgwrtj5ykj.jpg)
Bahkan Tim SAR pun sempat mengecek keberadaan Santi dan Nurul di Cikakak.
Baca juga: Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara Gelar Kuis Soal Kesehatan Berhadiah Handphone
Ibu dan anak tersebut justru ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa pada Jumat (7/3/2025).
Kasi Operasi Kantor SAR Jakarta Ahmad Rizkiansyah mengatakan bahwa Santi ditemukan di bawah material rumah yang roboh.
Saat ditemukan, posisi Santi sedang memeluk anaknya, Nurul.
"Keduanya saling berpelukan. Kondisi sudah meninggal dunia," katanya.
Santi dan Nurul terjebak di dalam rumah saat banjir Palabuhanratu pada Kamis (6/3/2025).
"Saat airnya memang sudah tinggi dengan arus yang sangat deras itu ibu dan anak masih di dalam rumah belakang rumah pada saat airnya mulai menghantam rumah tersebut ibu dan anak ini terjatuh," katanya.
Baca juga: Akibat Tanggul Jebol, Warga Desa Tanah Putih Gorontalo Curhat 8 Bulan Dihantui Banjir
Belakangan diketahui detik-detik banjir melanda kawasan Sukabumi baik kota maupun kabupaten.
Pemicu banjir tersebut disinyalir karena hujan deras terus menerus turun di wilayah Sukabumi.
Hal itu menyebabkan air bah tiba-tiba masuk dan meninggi di kawasan pemukiman warga.
Banjir yang terjadi di Kabupaten Sukabumi ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur sejak Rabu malam.
Derasnya curah hujan menyebabkan sungai-sungai di beberapa kecamatan meluap, merendam ratusan rumah warga dan infrastruktur umum.
Banjir bandang menerjang dengan cepat, membuat banyak warga tidak sempat menyelamatkan diri.
Selain itu, hujan mengakibatkan longsor di beberapa titik, memperparah dampak bencana ini.
Baca juga: Rae Lil Black Bintang Film Dewasa Jepang Umumkan Mualaf, Mulai Puasa hingga Fokus Perbaiki Diri
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, hingga Jumat (7/3/2025) siang, banjir telah mengakibatkan lima rumah rusak ringan, enam rusak sedang, dan enam lainnya mengalami kerusakan berat.