Ramadan 2025

Berkah Ramadan 2025 Bagi Petani Tomat di Desa Bulila Gorontalo, Siap Panen Ribuan Kilogram

Seorang petani tomat di Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo akan panen besar-besaran. Ia adalah Mudzakir Hagu, pria asal Desa Pertama,

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Berkah Ramadan 2025 Bagi Petani Tomat di Desa Bulila Gorontalo, Siap Panen Ribuan Kilogram
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
PETANI TOMAT GORONTALO : Mudzakir Hagu, petani tomat di Gorontalo saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Sabtu (8/3/2025). Mudzakir mengatakan dirinya akan panen ribuan kilogram tomatnya 10 hari lagi di bulan Ramadan 2025. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Seorang petani tomat di Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo akan panen besar-besaran. 

Bagaimana tidak, tomat dengan jenis hibrida yang ditanam dua bulan lalu akan segera panen untuk pertama kalinya.

Ia adalah Mudzakir Hagu, pria asal Desa Pertama, Kecamatan Paguyaman.

Namun, kini dirinya telah menetap di Desa Popayato, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Baca juga: Curhat 2 Lulusan PPPK 2024 di Gorontalo Utara Usai Adanya Penundaan Pengangkatan ASN

Di lahannya, tomat yang ditanami sudah berusia 50 Hari Setelah Tanam (HST).

Sedangkan waktu panen kata Mudzakir diperkirakan tepat di 60 HST.

"10 hari lagi sudah bisa panen," ujar Mudzakir saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Sabtu (8/3/2025).

Tomat yang ia tanam di lahan seluas empat pantango (ukuran lokal dengan satu pantango berkisar 40x50 meter) itu, hampir semuanya mengeluarkan buah dan bunga. 

Hal itu merupakan hasil buah dan jerih payahnya selama ini. 

Salah satu jenis tanaman hortikultura ini dibuat dengan sistem bedengan tanpa mulsa. Jarak antar bedengan sekitar 30 centimeter (cm). 

Baca juga: Kemenag Sebut Beberapa Masjid di Gorontalo Keliru Tentukan Arah Kiblat

Saat mulai memasuki masa pertumbuhan, ia menyewa pekerja harian untuk mematok bambu kecil di setiap pohon. 

"Biasanya saya bayar orang kerja harian. Tapi hanya di beberapa fase saja misalnya saat mematok, saat panen," ungkapnya. 

Kendati sudah melewati fase kritis pertumbuhan, Mudzakir mengakui saat ini kendala cuaca dan hama tanaman tak mampu dihindari. 

Namun berbekal pengalamannya yang cukup lama dalam budidaya tomat, semua masalah bisa diminimalisir. 

Sebagai contoh hujan yang terus menerus berpotensi menyebabkan calon bunga dan buah bisa rontok. 

Baca juga: Jumlah Penumpang Angkutan Travel di Kota Gorontalo Lesu di Bulan Ramadan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved