Selasa, 10 Maret 2026

Ramadan 2025

Jumlah Penumpang Angkutan Travel di Kota Gorontalo Lesu di Bulan Ramadan

Sejumlah kendaraan yang biasa melayani perjalanan antarkota tampak terparkir di depan gedung agen, menandakan minimnya pemesanan kursi.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Jumlah Penumpang Angkutan Travel di Kota Gorontalo Lesu di Bulan Ramadan
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
TERMINAL DUNGINGI GORONTALO : Ridwan Usman Alipu, Wasatpel Terminal Dungingi Gorontalo, Sabtu (8/3/2025). Kesiapan Terminal Dungingi Gorontalo jelang mudik lebaran Idul Fitri 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Jumlah penumpang angkutan travel di Kota Gorontalo mengalami penurunan selama bulan Ramadan 2025.

Sejumlah kendaraan yang biasa melayani perjalanan antarkota tampak terparkir di depan gedung agen, menandakan minimnya pemesanan kursi.

Ipul Sahi, seorang sopir mobil SUV di Terminal Dungingi Gorontalo, membenarkan kondisi ini.

Ia menyebut bahwa saat ini penumpang masih sepi, berbeda dengan periode jelang Lebaran.

"Kondisi penumpang sekarang memang masih sepi," kata Ipul saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Sabtu (8/3/2025).

Sebagai informasi, agen angkutan travel ini berada di kawasan Terminal Dungingi, Kota Gorontalo.

Lokasinya persis di depan pintu masuk. Jasa angkutan travel ini menggunakan mobil jenis MVP atau Multi Purpose Vehicle.

Ini adalah kendaraan multiguna. Mobil ini dirancang untuk mengangkut penumpang dan barang. 

Tak hanya ke luar kota, jasa angkutan ini juga melayani antar kota Gorontalo menuju wilayah Boalemo, Pohuwato, hingga Gorontalo Utara.

Wasatpel Terminal Dungingi, Ridwan Usman Alipu, menyatakan bahwa lonjakan penumpang baru akan terlihat menjelang H-7 sebelum Lebaran, dengan puncaknya pada H-3.

Ia juga menyebut rute Manado dan Bitung sebagai jalur yang paling sibuk selama musim mudik.

"Mudik Lebaran baru akan terlihat menjelang H-7, paling padat H-3," ungkap Ridwan.

Meski jumlah penumpang menurun, agen travel tetap menyiapkan mobil cadangan untuk mengantisipasi lonjakan mendadak.

Selain itu, agen rutin memonitor posisi sopir setiap setengah jam untuk memastikan keselamatan perjalanan.

Terkait tarif perjalanan, Ridwan belum memastikan apakah akan ada kenaikan harga tiket atau tetap seperti tahun sebelumnya.

"Mau naik atau flat itu belum bisa kita pastikan," jelasnya.

Jika terjadi lonjakan penumpang, seperti tahun sebelumnya, kemungkinan akan ada tambahan bus dari Manado untuk membantu mengatasi kepadatan.

"Bantuan dari Manado seperti kemarin itu H-4 sampai H-3," pungkas Ridwan.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved