Rabu, 11 Maret 2026

Sampah di Kota Gorontalo

Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Soroti Sampah, Pengawas Kementerian LHK Ungkap Cara Olah Sampah

Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menyoroti pengelolaan sampah yang makin menumpuk di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Soroti Sampah, Pengawas Kementerian LHK Ungkap Cara Olah Sampah
TRIBUNGORONTALO/HERJIANTO TANGAHU
PENGOLAHAN SAMPAH : Ivan, Pengelola dan Operator KLHK di Rumah Kompos Kota Gorontalo, Kamis (6/3/2025). Ivan sedang kemasukan sampai ke mesin pencacah sampah. Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Soroti Sampah, Pengawas Kementerian LHK Ungkap Cara Sampah 

TRIBUNGORONTALO.COM - Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menyoroti pengelolaan sampah yang makin menumpuk di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Bahkan hari pertama masuk kerja setelah dilantik,  Adhan Dambea langsung menegor sejumlah bawahannya terkait pengelolaan sampah. 

Penyebabnya, banyak titik di Kota Gorontalo terdapat tumpukan sampah yang tidak selesai diangkut. Adhan Dambea meminta instansi terkait agar tidak tergantung pada keterbatasan fasilitas yang ada.

Operator dan Pengawas Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ivan mengajukan gagasan inovatif soal pengelolaan sampah di Kota Gorontalo.

Ia sendiri banyak belajar di Jawa soal bagaimana cara mengelola menjadi pupuk kompos, bahkan produksinya sampai puluhan ton per hari.

Ide yang ia tawarkan adalah inovasi pengolahan sampah skema Valueable Waste dengan pendekatan Society, Earn, Waste (SEW).

"Sampah sering kali dianggap sebagai limbah yang tidak bernilai, padahal dengan pengelolaan yang

tepat, sampah dapat menjadi sumber daya yang berharga," terang Ivan, Jumat (7/3/2025).

Pendekatan SEW yang dimaksud Ivan mencakup Society yakni eningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Earn yakni Menciptakan peluang ekonomi dari hasil pengolahan sampah.

Sedangkan Waste yakni mengubah sampah menjadi sumber daya yang dapat digunakan kembali atau didaur ulang.

"Melalui prinsip ini tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan limbah sebagai potensi ekonomi," jelasnya 

Ide ini dapat berjalan baik jika dilakukan dengan program-program yang mendukung.

Pertama, melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai proses pemilihan dan pemanfaatan sampah.

Kedua, sampah dibeli dari masyarakat dengan hitungan harga per kilogramnya.

Ketiga, sampah harus dikelola menggunakan teknologi yang efisien.

Sampah organik nantinya bakal menjadi produk pupuk kompos dan biogas. Sementara sampah lainnya (plastik, kaca, logam) dikelola menjadi produk bernilai.

Dengan adanya sistem pembelian sampah terpilah, masyarakat dapat memperoleh manfaat finansial, disisi lain lingkungan tetap terjaga. 

Dengan kolaborasi antara masyarakat, industri, dan pemerintah, Valueable Waste dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Ide dengan skema ini kata Ivan, tidak akan berjalan baik jika tidak ada dukungan dari pemerintah maupun pihak swasta.

"Pendanaan sudah pasti dari pemerintah atau swasta. bahkan SDM proyeksinya membutuhkan tim pengolah, operator dan edukator," pungkasnya  

Wali Kota : Selalu Alasan Tidak Ada Armada!

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo dalam menangani persoalan sampah.

Ia menegaskan bahwa permasalahan ini sudah di tahap darurat dan tidak bisa lagi hanya dibahas dalam teori, tetapi harus ada tindakan nyata di lapangan.

Dalam pertemuan yang digelar pada Selasa (4/3/2025), Adhan secara langsung menegur Kepala DLH Kota Gorontalo, Andris Amir, di hadapan Wakil Wali Kota Indra Gobel dan Sekda Kota Gorontalo, Ismail Majid.

Ia menginstruksikan agar pendataan lokasi tumpukan sampah di seluruh kelurahan segera dilakukan untuk mempercepat aksi penanganan.

“Hari ini tolong cek dan pantau, di kelurahan mana saja ada tumpukan sampah, agar besok sudah bisa langsung dibersihkan,” tegas Adhan.

Ia menyoroti bahwa masalah sampah di Kota Gorontalo bukan lagi isu lokal, tetapi sudah menjadi perhatian nasional.

Bahkan kata Adhan Dambea, Presiden Prabowo turut membahas pentingnya penanganan sampah.

“Pak Presiden saja sudah bicara soal ini, artinya kondisi ini sangat genting. Tidak bisa lagi beralasan kurang fasilitas, kurang armada, harus ada solusi,” ujarnya dengan nada tinggi.

Adhan juga mengkritik alasan yang sering disampaikan DLH terkait keterbatasan armada pengangkut sampah.

Menurutnya, jika hanya terus mengeluh tanpa mencari solusi, maka permasalahan tidak akan pernah selesai.

“Selalu alasan tidak ada armada, tapi tidak ada juga upaya mencari jalan keluar. Kalau hanya mengeluh dan tidak ada tindakan, orang buta pun bisa,” sentilnya.

Menanggapi hal itu, Kadis DLH Andris Amir menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pemetaan lokasi tumpukan sampah di berbagai kelurahan.

Pihaknya juga kata dia terus berupaya menangani masalah tersebut.

Selain itu, DLH juga telah menjalankan program produksi pupuk kompos di Tanjung Kramat sebagai solusi mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA Talumelito.

“Saat ini kami mampu memproduksi 3-4 ton pupuk kompos per hari. Ini adalah salah satu upaya kami agar sampah tidak langsung dibuang ke TPA,” jelas Andris.

Namun, ia juga mengakui bahwa tantangan besar tetap ada, terutama dalam penanganan sampah di daerah perbatasan Kota Gorontalo, seperti Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango.

Adhan tetap bersikeras bahwa masalah ini tidak bisa lagi menunggu dan harus ada aksi cepat.

Ia meminta DLH menggunakan sisa anggaran yang ada untuk segera mengatasi penumpukan sampah di Kota Gorontalo.

“Kita tidak bisa terus bicara teori. Yang kita butuhkan sekarang adalah gerakan nyata. Jangan menunggu lama, besok tumpukan sampah harus mulai dibersihkan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan kota, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

Sebab pada ramadan, lingkungan yang bersih akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

“Kita ingin kota ini bersih, terutama di bulan Ramadan ini. Jangan biarkan sampah menumpuk dan mengganggu kenyamanan warga,” pungkasnya.

Instruksi tegas Wali Kota ini menjadi peringatan keras bagi DLH agar bekerja lebih efektif dan cepat dalam menangani permasalahan sampah di Kota Gorontalo.(*/Herjinto)

 
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved