Ramadan 2025

Mahasiswa Himakom Gorontalo Galang Dana Bakti Sosial dengan Berjualan Takjil Ramadan

Hasil dari usaha ini nantinya akan digunakan untuk mendukung program sosial, termasuk kegiatan bakti sosial di panti asuhan.

|
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com.
MAHASISWA JUALAN TAKJIL--Sejumlah mahasiswa yang tergabung di Himpunan Mahasiswa Komunikasi (Himakom) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membuka lapak takjil di bulan Ramadan 1446 H.Berjualan takjil ini merupakan sebuah program dari himpunan mereka, nantinya hasil dari jualan akan digunakan untuk beberapa program termasuk aksi sosial di panti asuhan, Jumat (7/3/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Komunikasi (Himakom) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memanfaatkan bulan suci ini untuk menggalang dana dengan cara berjualan takjil, Jumat (7/3/2025).

Hasil dari usaha ini nantinya akan digunakan untuk mendukung program sosial, termasuk kegiatan bakti sosial di panti asuhan.

Ketua Umum Himakom UNG, Rizki H. Detuage, mengungkapkan bahwa inisiatif ini bukan kali pertama dilakukan.

Berjualan takjil sudah menjadi tradisi tahunan bagi Himakom, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan.

“Memang ini merupakan aktivitas rutin yang sering dilakukan teman-teman Himakom setiap Ramadan. Tujuannya tidak hanya sekadar mencari keuntungan, tetapi juga untuk membangun solidaritas dan mengumpulkan dana bagi kegiatan sosial,” ujar Rizki kepada Tribun Gorontalo, Jumat (7/3/2025).

Menurut Rizki, dana awal untuk modal berjualan diperoleh dari kontribusi masing-masing divisi di dalam Himakom.

Setiap divisi bertanggung jawab membawa satu jenis buah untuk bahan utama es buah yang mereka jual.

“Setiap divisi menyumbang satu jenis buah. Misalnya hari ini satu divisi membawa semangka, esok harinya divisi lain membawa melon, dan seterusnya. Ini membuat kami semakin kompak dalam berkontribusi,” jelasnya.

Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Himakom, Ismail Husin, menambahkan bahwa berjualan takjil di bulan Ramadan memberikan hasil yang lebih besar dibandingkan bulan-bulan biasa.

Dalam waktu tiga jam, mulai pukul 15.00 WITA hingga 18.00 WITA, mereka bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp500 ribu per hari.

“Kalau Ramadan, pendapatan meningkat tajam karena banyak yang berburu takjil untuk berbuka puasa. Ini kesempatan baik untuk kami mengumpulkan dana lebih banyak,” tutur Ismail.

Namun, bukan berarti semuanya berjalan mulus. Para mahasiswa ini juga menghadapi tantangan, terutama cuaca yang kerap berubah.

“Tantangan terbesar adalah cuaca, apalagi sekarang sering hujan. Selain itu, ada juga rasa malas yang kadang muncul, tapi karena ini kegiatan bermanfaat, kami berusaha melawannya,” ungkapnya sambil tersenyum.

Lapak tempat mereka berjualan dikenal dengan nama “Lapak Komers,” yang diambil dari sebutan khas untuk mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Hamdi, salah satu mahasiswa yang turut serta dalam kegiatan ini, menjelaskan bahwa mereka berjualan secara bergantian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved