Jumat, 13 Maret 2026

Banjir Leato Gorontalo

Tak Bisa Tidur Nyenyak Saat Hujan, Mince Napu Curhat Soal Banjir Leato Gorontalo

Wanita paruh baya ini merupakan salah satu warga Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Tak Bisa Tidur Nyenyak Saat Hujan, Mince Napu Curhat Soal Banjir Leato Gorontalo
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
WARGA BERSIHKAN MATERIAL : Salah seorang warga tengah membersihkan material yang mulai mendekati rumahnya di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Rabu (5/3/2025). Sejumlah warga mengeluhkan kondisi tanggul dan bantaran sungai yang mulai dipenuhi material banjir. 

Namun hal itu dinilai kurang efektif, mengingat banjir bandang dalam skala besar sewaktu-waktu bisa saja terjadi. 

Warga Leato Utara Gorontalo Butuh Tanggul dan Pengerukan Sungai 

Rumahnya kini tinggal berjarak beberapa jengkal saja dari bantaran sungai. 

Martin Ilham, salah satu warga Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo berharap pemerintah setempat segera berbuat cepat. 

Saat ini rumah Martin hanya tinggal terhalang karung-karung berisi pasir sebagai tanggul alternatif. 

"Kalau banjir bawa ini (karung-karung) yang saya takut akan kena atau masuk ke rumah warga yang di belakang rumah saya," tuturnya, Rabu (5/3/2025).

Ia curhat bilamana sudah sempat menyuarakan aspirasi ini ke pihak kelurahan. 

Namun respon pihak kelurahan kata Martin, nanti akan dilakukan pengerukan. 

"Katanya nanti-nanti, tapi hingga kini belum ada," tukasnya. 

Saat dikonfirmasi, Lurah Leato Utara, Marzuk Talib menyebut bilamana aspirasi tersebut sebenarnya telah ditindaklanjuti. 

Marzuk mengaku jika banjir bandang di Leato Utara memang sering terjadi apabila hujan mengguyur dalam waktu yang cukup lama. 

"Dan apabila terjadi itu dia, selalu membawa material seperti batu, pasir dan kayu," terangnya, Rabu (5/3/2025).

Masalahnya saat ini, meterial yang terbawa banjir kini mengakibatkan sungai musiman itu mengalami pendangkalan yang cukup signifikan. 

Ia membenarkan jika di tahun 2024, sempat ada tanggul yang roboh akibat banjir. 

Namun saat itu, pihaknya sudah langsung menyurat ke balai sungai agar dilakukan pengerukan. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved